Ketua Gerindra Pandeglang Terancam Dinonaktifkan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 13 Maret 2020 - 14:15:54 WIB   |  dibaca: 257 kali
Ketua Gerindra Pandeglang Terancam Dinonaktifkan

KOMPAK AJA : Ketua DPC Gerindra Provinsi Banten Desmond J Mahesa (keempat dari kanan) menyapa kader Gerinda dalam deklarasikan dukungan kepada Prabowo Subianto, Kamis (12/3).

SERANG, BANTEN RAYA – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Pandeglang Syahrudin terancam dinonaktifkan dari jabatannya. Syahrudin sendiri saat ini posisinya ditunjuk menjadi ketua tim sukses calon Bupati Pandeglang petahana Irna Narulita pada pilkada serentak 2020. Sementara Gerindra sendiri lebih condong untuk melawan petahana.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Provinsi Banten Desmond J Mahesa mengatakan, saat ini pihaknya telah merampungkan survei popularitas dan elektabilitas bakal calon kepala daerah untuk pilkada serentak 2020 di Banten. Meski belum ada calon yang secara resmi diusung, namun ada kadernya yang sudah ditunjuk menjadi ketua tim sukses calon petahana di Pandeglang.

“Ada kader yang ditunjuk menjadi ketua tim sukses, Pak Syahrudin ditunjuk tim sukses Erna (Irna-red) di Pandeglang. Wah ini luar biasa ini, berarti dekat dengan keluarga itu,” ujarnya di Graha Mahesa, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Kamis (12/3).

Anggota Komisi III DPR RI menuturkan, kebijakan itu dilaksanakan karena hingga saat ini Gerindra untuk Pilkada Kabupaten Pandeglang condong untuk tidak mendukung petahana. “Kalau bagian dari tim sukses dari pihak yang kita tidak dukung kan sangat jelas tadi. Di Pandeglang saya nonaktifkan karena kemungkinan DPP (Dewan Pimpinan Pusat) akan menyetujui berbeda dengan petahana,” katanya.

Indikasi untuk tak mendukung calon petahana di Pandeglang, kata dia, bisa dilihat dari sikap partai besutan Prabowo Subianto itu yang belum juga menentukan sikap politiknya. Kemudian juga Gerindra banyak mendapat tawaran untuk diusung dari sosok-sosok yang ingin melawan Irna.

“Kalau sudah sudah ada mengusung dan Gerindra belum berarti kita lawan, bisa begitu kan. Kenapa sampai hari ini belum mengusung berarti kita lawan. Kita konsultasi dengan pusat karena saya sudah bilang, survei internal dan eksternalnya sudah selesai,” ungkapnya.  

Soal waktu penonaktifan Syahrudin, Desmond menegaskan hal itu akan dilakukan selama pelaksanaan pilkada. Hal itu dilakukan agar pihaknya bisa fokus untuk menyukseskan calon kepala daerah yang diusungnya. “Persahabatan itu ketika sebelum dan sesudah pertarungan. Ketika pertarungan itu lawan politik,” tuturnya.

Soal sikap Gerindra untuk tiga pilkada lainnya di Banten, Desmond mengaku hal itu masih dalam proses. Saat ini pihaknya sedang menggelar sesi wawancara pada sosok yang namanya muncul dalam survei. “Dari sana mana yang kira-kira dikasih ruang oleh DPP baru kita deklarasikan,” imbuhnya.  

Disinggung soal ada klaim Gerindra akan bergabung dalam Koalisi Perubahan Kabupaten Serang Adil dan Makmur, dia membantahnya. Menurutnya, bergabung dalam koalisi itu adalah ketika gabungan parpol menunjukan sikap konkret dengan mengusung calon yang sama.

“Yang saya tidak paham perubahan apa? Kalau dalam rangka perubahan untuk mengalahkan ya kita setuju-setuju saja. Tapi perubahan untuk meninggikan harga tawar partai mereka ya berbeda sama kita. Bergabung itu kalau konkret, jangan-jangan yang perubahan mendukung yang bukan perubahan juga kan belum final. Kalau mendeklarasikan itu sudah ada kesepakatan,” tuturnya.

Sekretaris DPD Gerindra Provinsi Banten Andra Soni mengatakan, pihaknya akan menjalankan aturan sesuai mekanisme yang berlaku. Pihaknya akan menyukseskan apa yang menjadi amanat dari DPP. “Semua sesuai dengan mekanismenya,” ujarnya. (dewa)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook