Corona, UNBK Diundur

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Senin, 16 Maret 2020 - 12:26:34 WIB   |  dibaca: 540 kali
Corona, UNBK Diundur

PROTOKOL KESEHATAN : Mulyadi Kepala SMA Negeri 1 Cikande memeriksa fasilitas keran air yang berada di setiap depan kelas.

SERANG, BANTEN RAYA-Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada jenjang pendidikan SMK yang akan dilaksanakan Senin (16/3) akan diundur. Hal tersebut disampaikan Rudi Prihadi, Pejabat Pembuat Komitmen Ujian Nasional Provinsi Banten.

Kepada Banten Raya, Rudi menyampaikan bahwa keputusan penundaan pelaksanaan UNBK berdasarkan perkembangan situasi terkait Covid 19, dengan memperhatikan instruksi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta instruksi Gubernur Banten, maka UNBK yang sedianya akan dilaksanakan Senin (hari ini.red) ditunda.

"Penundaan pelaksanaan UNBK sampai batas waktu yang belum ditentukan. Artinya, pelaksanaan UNBK masih menunggu arahan dari pimpinan. Walaupun begitu kita tetap siaga terhadap kemungkinan kondisi yang ada, dan menunggu instruksi selanjutnya dari pimpinan," kata Rudi, Minggu (15/3).

Ia mengaku, informasi penundaan tersebut sudah disampaikan kepada pihak sekolah, dan akan meminta kepada pihak sekolah untuk menyampaikan informasi tersebut kepada kedua orangtua peserta UNBK.

"Kendati demikian, kami mengimbau agar peserta UNBK melakukan kegiatan belajar mengajar di rumah. Guru dan tenaga kependidikan tetap hadir di sekolah, sambil memonitor keadaan sekolah untuk berjaga jika ada informasi yang harus disampaikan kepada orangtua murid," ujarnya.

Pada bagian lain, Instruksi Gubernur Banten Wahidin Halim terkait meliburkan kegiatan belajar mengajar pada jenjang pendidikan SMA, SMK dan Skh selama dua pekan terhitung tanggal 16 sampai dengan 30 Maret rupanya menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten.

M. Yusuf Pelaksana tugas Kepala Dindikbud Banten mengatakan, bahwa instruksi libur kegiatan belajar mengajar dalam dua pekan sudah disampaikan kepada pihak sekolah pada jenjang pendidikan SMA, SMK dan SKh.

Menurutnya, kendati para pelajar tidak melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah, namun kelas X dan XI tetap belajar efektif melalui Kelas Maya yang dikembangkan oleh Pustekkom dan Pusdatin Kemendikbud RI."Kepala sekolah beserta guru diminta untuk mensosialisasikan instruksi ini kepada orangtua murid dan masyarakat," kata Yusuf kepada Banten Raya.

Terpisah, Mulyadi Kepala SMA Negeri 1 Cikande menyambut baik dan mendukung surat instruksi tersebut. Bahkan pihaknya akan menunda pelaksanaan Ujian Sekolah yang akan dilaksanakan selama dua hari yaitu Senin dan Selasa (16-17/3)."Karena Ujian Sekolah yang dilaksanakan kelas III merupakan ujian yang diselenggarakan oleh pihak sekolah, maka sesuai dengan instruksi Pak Gubernur kami akan menunda pelaksanaan Ujian Sekolah," ungkapnya.

Ia mengaku hari Senin (hari ini.red) akan melakukan rapat dengan guru di lingkungan SMA Negeri 1 Cikande untuk membahas terkait surat edaran Mendikbud, Gubernur Banten dan Dindikbud Banten terkait dengan upaya pencegahan virus korona yang bisa dilakukan oleh sekolah."Kami juga akan membahas pembelajaran e-learning. Artinya untuk mengisi waktu libur selama dua pekan, bukan berarti pelajar libur di rumah. Namun tetap belajar dengan menggunakan sistem e-learning," ungkapnya.

Artinya, lanjut Mulyadi, peserta didik di SMA Negeri 1 Cikande akan tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan Kelas Maya."Kami sudah kerjasama dengan Ruang Guru, tidak menutup kemungkinan kami akan menggunakan Ruang Guru untuk kegiatan belajar mengajar. Atau kami bisa menggunakan Rumah Belakar dari Kemendikbud," katanya.

Mulyadi menambahkan, dalam rapat tersebut pihaknya juga akan membuat jadwal terkait kegiatan belajar mengajar secara online tersebut. Jadwal tersebut akan efektif hari Selasa (17/3). "Saya akan membuat jadwal kegiatan belajar mengajar online. Minimal peserta didik tetap belajar via online sampai jam 12 bersama guru yang berada di sekolah," ungkapnya.

"Karena waktu libur belajar di sekolah tidak menjamin peserta didik tidak tertular virus corona, karena tidak menutup kemungkinan peserta didik bermain di luar rumah. Jadi lebih baik saya membuat jadwal kegiatan belajar mengajar online sampai jam 12 siang," sambung Mulyadi. (satibi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook