DPK Banten Gelar Literasi Masyarakat

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Jumat, 20 Maret 2020 - 13:06:49 WIB   |  dibaca: 383 kali
DPK Banten Gelar Literasi Masyarakat

BEDAH BUKU : Suasana bedah buku untuk kesejahteraan dalam program Literasi Masyarakat yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Banten, belum lama ini.

PANDEGLANG, BANTEN RAYA-Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Banten kembali melaksanakan kegiatan Literasi Masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Sikulan, Kecamatan Jiput-Pandeglang mengambil tema “Budidaya cabe dalam mendorong kemandirian masyarakat Desa”.

Ajak Moeslim, Kepala DPK Banten mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pengayaan pengetahuan kepada masyarakat tentang potensi yang sesungguhnya dimiliki oleh masyarakat, sehingga mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan mereka.

Menurut Ajak, cara pandang masyarakat soal profesi petani memiliki dapak besar terhadap produktifitas yang dihasilkan, ditambah lagi dengan pengetahuan tentang dunia pertanian. “Potensi ekonomi sangat besar dihadapan kita. Sementara ini pemenuhan kebutuhan hasil pertanian yang dikonsumsi masyarakat Banten, masih mengandalkan pasokan dari luar Banten," kata Ajak, kemarin.

Jika saja kebutuhan ini bisa dipenuhi oleh petani Banten, lanjut Ajak, maka ini akan menumbuhkan roda perekonomian di masyarakat desa. Para petani harus melek literasi, sehingga mampu melakukan invoasi serta menghadapi tantangan dibidang pertanian yang terus berkembang."Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 60 orang yang berasal dari kampung-kampung di sekitar Desa Sikulan. Mereka berdialog dengan narasumber mengenai budidaya cabe dan palawija lainnya," ujarnya.

Ajak menambahkan, kegiatan ini dikemas dengan melakukan bedah buku yang membahas tema-tema yang sesuai dengan perkerjaan-pekerjaan yang dilakukan masyarakat yang didukung dengan menghadirkan narasumber yang kompeten sesuai tema."Seperti pada kegiatan kali ini yang menghadirkan narasumber dari penyuluh pertanian dan petani cabe yang sukses di Pandeglang," ungkapnya.

Supriyadi, penyuluh pertanian mengatakan, sebagamana diketahui bersama, bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya Banten secara tradisi memiliki kemampuan bertani yang baik. Namun kemampuan turun temurun itu masih dilakukan hanya untuk pemenuhan kebutuhan pribadi, belum memiliki dampak ekonomi yang besar terhadap masyarakat.

"Kalaupun bernilai ekonomi belum dilakukan dalam skala besar, sehingga kadang hanya dilakukan bersifat temporer saja. Alhasil, pertanian kemudian tidak jadi pilihan sebagai sumber pendapatan yang menjanjikan," katanya.

Di lokasi yang sama, Kepala Desa Sikulan, H. Jamaksari mengatakan, kegiatan ini sangat cocok dilakukan di wilayahnya, karena sebagain besar memang berprofesi sebagai petani. “Kami menyambut baik kegiatan yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Provinsi Banten, mudah-mudahan melalui kegiatan ini mampu mengubah cara pandang masyarakat tentang pertanian, sehingga pertanian menjadi pilihan hidup yang dapat meningkatkan kesejahteraannya," imbuhnya. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook