Selama Kawalu, Penjualan Kerajinan Baduy Menurun

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Senin, 23 Maret 2020 - 13:01:20 WIB   |  dibaca: 73 kali
Selama Kawalu, Penjualan Kerajinan Baduy Menurun

SEPI : Berbagai jenis kerajinan tangan hasil karya masyarakat Baduy dipajang di depan rumah warga Baduy untuk dijual, Minggu (22/3).

LEBAK, BANTEN RAYA- Memasuki kegiatan ritual Kawalu yang dilakukan masyarakat Baduy bulan ini hingga Mei mendatang ternyata berdampak terhadap sepinya wisatawan yang berkunjung. Saat ritual ini wisatawan dilarang masuk atau berkunjung ke Baduy.

Pengunjung yang biasanya selalu ramai datang ke Baduy luar pun turut sepi. Akibat kondisi tersebut, penghasilan pedagang kerajinan khas Baduy yang dilakukan sebagian besar warga Baduy luar kini menurun.

Dewi, warga Kampung Kaduketug III, Desa Kanekes Baduy, Kecamatan Leuwidamar kepada Banten Raya mengatakan, selama Kawalu yang sudah berjalan sejak tiga pekan belakangan ini, sangat berdampak terhadap hasil penjualan kerajinan khas Baduy. Pendapatan dari hasil berjualan berkurang hingga 50 persen. “Seperti di hari libur Sabtu dan Minggu yang biasanya ramai pengunjung, saat ini sepi. Akibatnya semua jenis kerajinan tangan yang saya jual jarang dibeli pembeli,” ujar Dewi, kemarin.

Jajuli, warga lainnya menambahkan, saat kawalu sedang berjalan biasanya jumlah pengunjung ke Baduy luar turut sepi. Padahal saat kawalu sedang berjalan, hanya Baduy dalam yang tidak boleh dikunjungi wisatawan.

Namun karena informasi yang terdengar masyarakat luar kurang pas, akhirnya wisatawan yang ke Baduy luar pun tidak seramai sebelum kawalu.
“Karena jumlah pengunjung tidak sebanyak di luar acara kawalu, maka pendapatan hasil kerajinan tangan masyarakat Baduy luar pun mengalami penurunan,” terang Jajuli.

Sepinya wisatawan selama kawalu hanya bersifat sementara, karena setelah kawalu usai, dipastikan jumlah wisatawan yang datang ke Baduy akan normal kembali. “Bagi kami, sepinya pengunjung saat kawalu berjalan, tentu hal yang sudah biasa. Karena apapun alasannya, kawalu adalah merupakan kebiasaan adat kami yang harus terus dilakukan,” katanya. (hudaya/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook