Ratusan Rumah Terendam Banjir

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Senin, 23 Maret 2020 - 13:16:08 WIB   |  dibaca: 192 kali
Ratusan Rumah Terendam Banjir

TERENDAM BANJIR : Pengendara mendorong motornya yang terendam banjir di Komplek Untirta, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang, Minggu (22/3). Banjir terjadi usai hujan deras yang mengguyur sejak dini hari.

CILEGON, BANTEN RAYA – Ratusan rumah di sejumlah daerah di Provinsi Banten terendam banjir setelah dilanda hujan deras sejak Sabtu (21/3) malam sampai Minggu (22/3) siang. Di Kota Cilegon, sebanyak 718 rumah di Kecamatan Cibeber dan Kecamatan Jombang dilaporkan terendam air.

Air dengan ketinggian 50 sampai 100 centimeter (cm) mulai meluap menggenangi rumah warga di tiga kelurahan yakni Kelurahan Cibeber, dan Kelurahan Kedaleman, di Kecamatan Cibeber, dan Kelurahan Sukmajaya di Kecamatan Jombang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Cilegon Ahmad Mafruh menjelaskan, banjir yang terjadi di tiga kelurahan tersebut bukan hanya disebabkan karena intensitas curah hujan yang tinggi, namun juga karena banyaknya tumpukan sampah yang membuat aliran air tersumbat dan meluap ke permukiman warga.

Berdasarkan laporan warga, imbuh Afuh, panggilan Ahmad Mafruh, air mulai meluap ke pemukiman Minggu sekitar pukul 05.00.“Hujannya deras dan sampah juga sangat banyak, sehingga akhirnya debit air tinggi namun aliran tersumbat sampah,” jelasnya.

Afuh menyatakan, 718 rumah yang terendam akibat banjir berada di RT 03/04 Lingkungan Krangot, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang sebanyak 44 rumah, RT 01/02 Lingkungan Kadipaten, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber sebanyak 25 rumah, RT 05/03 Lingkungan Sambirata, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber sebanyak 71 rumah, RT 04/03

Lingkungan Sambirata, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber sebanyak 37 rumah, RT 03/03 Lingkungan Sambirata, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber sebanyak 65 rumah, RT 02/02 Lingkungan Cibeber Barat, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber sebanyak 371 rumah dan RT 04/02 Lingkungan Cibeber Barat, Kelurahan Cibeber, Kecamtan Cibeber sebanyak 105 rumah.  “Ada ratusan rumah yang terdampak, kami sudah lakukan sejumlah evakuasi juga. Namun, kondisinya sore ini (kemarin -red) air sudah surut, tapi warga tetap kami minta untuk waspada,” katanya.

Lurah Sukmajaya, Kecamatan Jobang Ade Riski Kurniawan mengatakan, hujan deras menyebabkan debit air di Kali Tumpang meluap sekitar pukul 05.00. Meski kondisi mulai berangsur surut pada sore hari, papar Ade, saat ini pihaknya terus melakukan pantauan terhadap kondisi debit air Kali Tupang, sehingga jika air kembali naik, bisa cepat dilakukan antisipasi warga.
“Jika mancak (Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang) hujan lagi maka kemungkinan akan meluap kembali. Kami terus pantau bersama BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Cilegon,” imbuhnya.

Hal senada dinyatakan Hardi, warga RT 02/02 Lingkungan Cibeber barat, Kelurahan Cibeber. Warga, melakukan evakuasi memindahkan barang-barang ke rumah tetangga atau kerabatnya yang tidak tergenang banjir. “Ini banjir terparah di tahun ini (2020). Pernah pada 2019 juga sangat parah,” katanya.

Sementara itu, di Kota Serang, tercatat ada tujuh titik lokasi banjir salah satunya yakni RT 08 RW 03 Lingkungan Cinanggung, Kelurahan Kaligandu, Kecamatan Serang.Pantauan wartawan di lokasi, pada pukul 15.00 WIB lingkungan tersebut masih tergenang banjir setinggi lutut orang dewasa. Beberapa warga yang rumahnya sudah tidak terendam banjir pun terlihat mulai membersihkan rumahnya dari sisa-sisa genangan air.

Salah satu warga RT 08 RW 03 Andi Aceng mengatakan, di lingkungan tempat tinggalnya setiap tahun terjadi banjir, namun tidak langganan seperti di lingkungan lainnya. Untuk mengatasi banjir tersebut, warga secara swadaya telah membangun tanggul di aliran sungai yang tidak jauh dari pemukiman warga. “Baru-baru ini, sekitar beberapa bulan yang lalu lah.

Waktu masih musim kemarau kami bangun tanggul secara swadaya. Ya tujuannya sebenarnya supaya tidak banjir lagi, meskipun banjirnya paling setahun dua kali, tidak setiap hari,” ujar Andi, saat diwawancara sambil membersihkan kediamannya.

Namun ternyata tanggul yang dibangun secara swadaya tersebut ternyata tidak mampu menahan debit air yang mengalir. Sehingga pada waktu subuh, tanggul tersebut jebol dan air pun meluap ke pemukiman warga. “Jadi memang jebol. Kalau dilihat, tanggul yang jebol itu pas banget di tempat air berbelok. Mungkin tidak kuat menahan derasnya air jadinya jebol,” ucap dia.Karena itu, Andi berharap Pemkot Serang dapat membantu dalam membangun kembali tanggul tersebut. Sebab, sebelum tanggul itu jebol, daerah itu menjadi jarang terkena banjir. Hanya saja ia mengaku kualitas tanggul yang dibangun secara swadaya itu masih kurang baik.

“Harapannya mah pemerintah bisa membantu kami. Minimal bantu kami untuk membangun tanggul itu. Ya supaya daerah kami ini jadi tidak banjir lagi setiap tahunnya,” harapnya.
Terpisah, Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi, meninjau ke beberapa titik lokasi banjir untuk memantau kondisi terdampak banjir. Ia juga mengaku telah mendengar keinginan masyarakat Lingkungan Cinanggung agar dapat membangun tanggul di aliran sungai tersebut.

“Sudah, masyarakat juga menyampaikan hal demikian. Setelah saya berkoordinasi, ternyata tanggul tersebut memang akan dibangun pada tahun ini. Untuk kapan pastinya dibangun bisa ditanyakan ke OPD teknisnya,” kata Budi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Serang Diat Hermawan menyebutkan, terdapat tujuh titik lokasi yang terendam banjir di antaranya yakni Lingkungan Cinanggung-Kelurahan Kaligandu, Komplek Kesawon Baru, Lingkungan Gempol-Kelurahan Unyur, Lingkungan Kaligandu, Komplek Untirta, Lingkungan Sadiah-Kelurahan Warung Jaud dan Lingkungan Gang Gabus-Kelurahan Cimuncang.

“Untuk ketinggian sendiri rata-rata 40 centimeter sampai satu meter. Banjir ini karena luapan air sungai dan air sawah serta kondisi irigasi yang menyempit karena sampah. Sehingga kali tidak dapat menampung air dan masuk ke pemukiman warga,” sebut Diat.

Adapun di Kabupaten Lebak, banjir merendam 77 rumah warga Kampung Sindangwangi, Desa Sindangwangi, Kecamatan Muncang, akibat luapan sungai Cikere sejak Jumat malam hingga Sabtu (20-21/3) siang. Warga sempat histeris karena khawatir banjir terjadi akan seperti pada Januari lalu yang merusak ribuan rumah di Lebekgedong, Cipanas, Sajira, Maja, Curugbitung, serta Maja. (harir/uri/hudaya)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook