Covid-19 Sudah Bermutasi Lebih dari 500 kali

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 24 Maret 2020 - 12:11:13 WIB   |  dibaca: 114 kali
Covid-19 Sudah Bermutasi Lebih dari 500 kali

Hendra Leo Munggaran, Ketua Tirtayasa Cendikia (tiga dari kiri) saat memimpin rapat bersama dengan komunitas dan masyarakat sipil di ruang Rapat Rektorat, Senin (23/3).

SERANG, BANTEN RAYA-Sejak kemunculannya pada Desember tahun lalu, virus korona atau Covid-19 sudah melakukan mutasi lebih dari 500 kali. Hal tersebut disampaikan Omat Rachmat Hasbullah, salah seorang dosen Fakultas Kedokteran (FK) Untirta saat menghadiri Rapat Open Donasi Hand Sanitizer dan Masker untuk Masyarakat Banten yang digelar Oleh Forum Banten Melawan Corona, Senin (23/6).

Menurutnya, berdasarkan sejumlah jurnal yang dibaca, sejak kali pertama virus korona ditemuka sudah mengalami mutasi lebih dari 500 kali. Artinya, dalam sehari virus yang menyerang pernafasan tersebut mengalami mutasi sebanyak 5 sampai 6 kali dalam satu hari.

Katanya, mutasi yang terjadi tidak terlalu mengubah sifat virus tersebut, namun bisa mengubah karakter virus korona. Sehingga tim medis akan mengalami kesulitan untuk mengalahkan virus tersebut."Contohnya saat ditemukan di Wuhan virus tersebut tidak kuat di negara tropis seperti Indonesia, namun pada kenyataannya kasus tersebut ditemukan di Indonesia," kata Omat.

Hal yang paling membahayakan adalah, lanjut Omat, orang yang mengidap positif virus korona tidak memiliki ciri atau keluhan. Hal tersebut akan mengakibatkan penyebaran yang tidak bisa terkontrol, apalagi daerah tersebut tidak dilakukan lockdown."Vaksin yang akan digunakan pun akan berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya, karena vaksin yang digunakan harus sesuai dengan karakter virus yang ada," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Omat juga menyampaikan bahwa kampanye yang berlebihan kepada masyarakat juga mampu memberikan dampak yang kurang baik, karena akan banyak masyarakat yang mampu memborong masker dan hand sanitizer."Artinya dibutuhkan edukasi kepada masyarakat bahwa hand sanitizer hanya mampu menghilangkan kuman sebanyak 85 persen. Lebih efektif dengan mencuci tangan menggunakan sabun, mampu menghilangkan virus ditangan sebesar 95 persen dan berwudhu 80 persen," ungkapnya.

Ia mengajak kepada peserta rapat yang hadir untuk mengkampanyekan membersihkan tangan dengan mencuci tangan di air yang mengalir dengan menggukan sabun, dan memberikan kesadaran kepada pemangku kebijakan untuk lebih serius dalam menghadapi virus korona."Masih berdasarkan jurnal yang saya baca, dari sekian kasus korona yang ada 60 sampai 70 persennya adalah perokok. Artinya propalitas perkok lebih besar terserang virus korona," ungkapnya.

Saat ini, masih kata Omat, penularan virus korona bisa melalui udara atau nafas. Karena virus tersebut mampu bertahan 8 jam di udara, dan dua jam dipermukaan. "Ini yang menyebabkan virus agak sulit ditangani. Sebaiknya menggunakan masker saat menghadiri acara, dan membuat rencana aksi dalam jangka pendek dan jangka panjang untuk menghadapi virus korona ini," tegasnya.

Firman H, pegiat Motor Literasi yang hadir dalam rapat tersebut menyampaikan forum ini salah satu upaya dan kepedulian untuk melakukan pencegahan dengan memberikan hand sanitizer dan masker secara gratis."Saat ini Untirta sudah mampu menciptakan hand sanitizer yang berstandar WHO, namun untuk membuat hand sanitizer dibutuhkan dana untuk membeli bahan baku. Oleh karena itu, gerakan ini lebih fokus untuk melakukan pergerakan pengumpulan dana untuk membeli masker dan bahan baku pembuatan hand sanitizer," ujarnya.

"Hasil donasi akan dibelikan masker dan bahan baku produksi hand sanitizer, yang kemudian akan dibagikan kepada masyarakat Banten yang masih melakukan aktivitas di lapangan, ruang publik menjadi target yang akan mendapatkan masker dan hand sanitizer tersebut," sambungnya.

Senada disampaikan Hendra Leo Munggaran, Ketua Tirtayasa Cendikia mengatakan, Untirta sudah memulai pembuatan hand santizer yang akan dibagikan bagi civitas akademika Untirta dan masyarakat umum.

Ia mengaku, telah disepakati bahwa yang menginisiasi gerakan ini adalah Untirta yang disupport oleh komunitas dan masyarakat sipil di Banten. Konsep gerakan ini ada lebih kepada pencegahan dimulai dari edukasi dan pemberian hand sanitizer di area yang memiliki kecenderungan terpapar virus korona."Hasil dalam rapat juga terungkap, forum ini akan membuat rekomendasi kepada pemerintah agar meminimalisir pertemuan masyarakat di ruang publik; misalnya menonaktifkan untuk sementara Banten Lama, Anyer dan lain-lain. Untuk itu, pertemuan akan dilakukan dengan Sekda Provinsi Banten," ujarnya.

"Gerakan yang lebih konkret diantaranya adalah pembagian hand sanitizer, masker, disinfektan, vitamin akan dilakukan minggu depan setelah dana donasi terkumpul. Kampanye mencuci tangan harus disampaikan ke masyarakat, dan masker penting untuk disebar ke masyarakat karena virus ini menyebar melalui udara," ungkapLeo.

Dalam kesempatan itu, Leo juga mengaku bahwa Rektor Untirta Fatah Sulaiman menyepakati dan segera bertemu dengan pihak terkait agar gerakan ini lebih terarah dan massif, dan gerakan harus sinergi dengan pemerintah daerah dan tidak boleh tumpang tindih."Untuk pembagian atau launching hand sanitizer akan dilakukan esok hari secara terbatas, sesuai dengan prosedur dari pemerintah," imbuhnya. (satibi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook