Sarang Tawon Vespa Resahkan Pedagang Kranggot

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 24 Maret 2020 - 12:16:41 WIB   |  dibaca: 25 kali
Sarang Tawon Vespa Resahkan Pedagang Kranggot

BERBAHAYA : Sarang tawon jenis vespa menggantung pada PJU di Pasar Baru Kranggot, Senin (23/3).

CILEGON, BANTEN RAYA – Sarang tawon vespa berukuran kurang lebih setengah meter dan lebar 30 centimeter meresahkan pedagang Pasar Baru Kranggot. Beberapa pedagang dan pembeli sudah pernah menjadi korban tawon dari sarang yang berada di tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) itu.

Pedagang Pasar Baru Kranggot Tafriji menjelaskan, pihaknya sudah melaporkan keberadaan sarang tawon vespa tersebut kepada petugas dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Baru Kranggot.

Namun, sampai saat ini bulum ada tanggapan, sehingga pihaknya sekarang sudah berkomunikasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon.“Sudah kami lapor pihak pasar namun tidak ada tindakan. Sudah ada kurang lebih 4 pembeli dan pedagang di sini yang disengat,” katanya kepada wartawan, Senin (23/3).

Tafriji menyampaikan, dengan adanya sarang tawon yang berukuran cukup besar itu membuat pembeli enggan menghampiri kiosnya dan kios yang berada tidak jauh dari posisi sarang berada.“Sekarang ini sudah sepi, pembeli menjadi takut untuk mampir ke kios. Bahkan beberapa pedagang juga sudah mengeluh karena pembeli tidak mau mampir. Kami harap bisa diambil segera,” imbuhnya.

Pedagang lainnya Rahimin mengungkapkan, pihaknya menyayangkan lambatnya penanangan dari pihak UPTD Pasar Baru Kranggot untuk mengevakuasi sarang tawon tersebut. Padahal laporan yang diberikan sudah cukup lama. “Ini semua buat kenyamanan warga atau pembeli dan pedagang juga,” paparnya.

Terpisah, Kepala Seksi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan DPKP Kota Cilegon Eko Nanung Siswanto mengaku, sudah mendapatkan laporan tersebut dari warga dan akan segera melakukan evakuasi terhadap sarang tawon itu.

Namun, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk mematikan sementara aliran listrik yang ada di tiang PJU tersebut. Sebab, hal itu bisa berbahaya jika masih ada aliran listriknya, “Kami masih menunggu kesepakatan dengan PLN. Sebab, itu milik PLN dan ditakutkan beresiko karena ada aliran listrik. Nanti jika sudah ada maka kami akan secepatnya melakukan evakuasi," katanya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook