Walikota Akui Warga Tak Indahkan Instruksi

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Selasa, 24 Maret 2020 - 12:20:30 WIB   |  dibaca: 55 kali
Walikota Akui Warga Tak Indahkan Instruksi

NOMOR DARURAT : Wakil Walikota Ratu Ati Marliati saat mengunjungi UPTD Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu Kota Cilegon atau public safety centre (PSC) 119, Senin (23/3).

CILEGON, BANTEN RAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon memberikan imbauan kepada warga Kota Cilegon agar tetap berada di rumah selama upaya pencegahan pagebuk atau wabah korona. Imbauan tersebut dilakukan menyusul banyaknya warga yang tidak mengindahkan Instruksi Walikota Cilegon Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Warga, terutama anak-anak muda masih banyak yang melakukan aktivitas bergerombol di luarrumah, seperti nongkrong, warnet, rental game, dan lainnya.Pantauan di lapangan, ada dua unit kendaraan milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon dan delapan petugas yang diterjunkan dalam penyuuhan keliling itu. Mereka dibagi menjadi dua kelompok.

Dua kendaraan serta petugas ini menyasar hingga ke seluruh kecamatan dan kelurahan di Kota Cilegon.Selain memberikan imbauan bahaya korona, petugas juga menyampaikan bahaya penyakit Deman Berdarah Dengue (DBD).

Walikota Cilegon Edi Ariadi mengatakan, penyuluhan keliling yang dilakukan oleh Pemkot Cilegon ini, karena intruksinya terkait penanganan virus korona banyak diabaikan oleh warga. Buktinya, kata dia, masih banyak ditemukan kerumunan warga seperti kongkow-kongkow. Harusnya warga tetap di rumah saja. "Kita lihat masih banyak warga yang berkerumun.

Itu kan tidak boleh. Karena dengan kerumunan ini justru sangat berbahaya, berarti kan instruksi walikota diabaikan oleh mereka. Jadi, dengan adanya penyuluhan keliling ini dapat memberikan pemahaman warga Cilegon atas bahaya virus mematikan ini," katanya kepada awak media usai meluncurkan mobil keliling di Kantor Walikota Cilegon, Senin (23/3) pagi.

Sementara itu, Wakil Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati menyambangi Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Pusat Pelayanan Keselamatan Terpadu Kota Cilegon. Ati mengecek kesiapan layanan panggilan darurat atau public safety centre (PSC) 119.

Kepada wartawan, Ati menjelaskan alasan kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui kondisi terkait kesiapsiagaan nomor layanan kegawatdaruratan itu. "Ibu (Ati memanggil dirinya_red) mendatangi PSC 119 melihat kesiapan para petugas sekaligus memberi semangat, agar tidak lelah untuk terus melayani masyarakat terutama masyarakat yang butuh bantuan terkait Covid-19. Namun setelah melihat langsung ke lokasi (Kantor PCS 119) memang ada sedikit jeda panggilan setelah terhubung," tuturnya.

Lebih lanjut, Ati mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menaati instruksi Walikota Cilegon. "Saya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap di rumah, bekerja di rumah, menerapkan social distancing, menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Hindari keluar rumah kecuali keadaan darurat dan tidak bisa diwakili. Tetap waspada namun jangan panik. Bila merasakan gejala, segera sambangi Pusat Layanan Kesehatan. Jika keadaan darurat segera hubungi call center 119," ujarnya.

Ati mengajak masyarakat bekerjasama untuk mengantisapasi penyebaran Covid-19. "Ibu ingin masyarakat Kota Cilegon turut bekerjasama untuk tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19 dengan menghindari kegiatan di pusat keramaian yang dapat mengakibatkan penyebaran Covid-19, karena virus ini merupakan pandemik dan penyebarannya sangat cepat sekali. Kita semua tidak ingin ada masyarakat Kota Cilegon yang terkena virus ini," pungkasnya. (gillang)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook