Kelulusan Siswa Berdasarkan Nilai Rapor

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 26 Maret 2020 - 13:07:55 WIB   |  dibaca: 90 kali
Kelulusan Siswa Berdasarkan Nilai Rapor

CILEGON, BANTEN RAYA - Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon telah menyiapkan skema peniaian siswa untuk kelulusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).Skema penilaian itu dipersiapkan menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).

Kepala Dindik Kota Cilegon Ismatullah mengatakan, dengan dibatalkannya UN, maka kelulusan siswa nantinya akan ditentukan oleh nilai rapor. Penilaian guru untuk menentukan kelulusan akan dikumulatif dari kelas I, kelas II, dan kelas III, untuk siswa SMP. “Untuk SD bisa dari nilai rapor dari kelas I sampai kelas VI. Kelulusan dikembalikan ke sekolah dengan standar penilaian yang selama ini telah dilakukan,” kata Ismat kepada Banten Raya, Rabu (25/3).

Dikatakan Ismat, penilaian semester genap tahun ajaran 2019-2020, masih ada waktu sampai Juni 2020 untuk menentukan nilai rapor. Pelaksanaan UN ditiadakan akan digantikan Ujian Sekolah (US). “Nanti juga ada ujian sekolah yang soalnya dari materi semester ganjil dan semester genap, itu untuk ujian sekolah,” kata Ismat.

Pelaksanaan Ujian Sekolah untuk SMP, kata Ismat, juga bisa saja dilaksanakan dengan menggunakan komputer, karena saat ini juga komputer telah disiapkan untuk UNBK. Bisa saja, pelaksanaan Ujian Sekolah dilaksanakan Juni. Sebab, masa darurat pencegahan virus korona dari pemerintah pusat sampai Akhir Mei 2020. “Soalnya tinggal diinput ke komputer saja untuk ujian sekolah. Kita juga berharap virus korona ini bisa segere dikendalikan, agar Juni bisa untuk pelaksanaan ujian sekolah,” tuturnya.

Soal untuk ujian sekolah, kata Ismat, telah dirumuskan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) se-Kota Cilegon dan mendapat standarisasi dari pusat kurikulum. “Saat ini untuk siswa SD yang akan lulus sekitar 8.000 anak, sementara siswa SMP sekitar 4.500 anak,” terangnya.

Sebelumnya, Walikota Cilegon Edi Ariadi meminta kepada Dindik Kota Cilegon unuk menyiapkan pola kelulusan siswa sekolah setelah dibatalkannya UN. “Ini (Dibatalkannya UN) kan secara nasional, kami minta Dindik untuk meyiapkan polanya seperti apa,” katanya ditemui usai melaksanakan Rapat dengan Kepala Sekolah se-Kota Cilegon dalam upaya pencegahan Covid-19 di Aula Dindik, Selasa (24/3). (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook