Bankeu Rp 5 Miliar Digeser untuk Atasi Korona

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Kamis, 26 Maret 2020 - 14:17:39 WIB   |  dibaca: 106 kali
Bankeu Rp 5 Miliar Digeser untuk Atasi Korona

LEBAK, BANTEN RAYA - Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lebak akan memfokuskan dana bantuan keuangan (bankeu) Pemprov Banten sebesar Rp 5 miliar untuk mendukung penanganan korona atay Covid-19 di Kabupaten Lebak. Hal itu dilakukan agar dana bankeu dapat segera dicairkan untuk belanja kebutuhan penanganan dan pencegahan Covid -19.

"Dana untuk penanganan virus korona kita siapkan, sesuai surat edaran gubernur Banten bahwa bantuan keuangan provinsi bisa peralihan kegiatan dalam rangka dukungan penanganan Covid-19," kata Kepala BPKAD Lebak Budi Santoso, Selasa (23/3).

Budi menjelaskan, refocusing (pemusatan) dana untuk penanggulangan korona dilakukan bukan hanya bankeu provinsi saja, tetapi juga dana alokasi khusus (DAK). Pemkab Lebak melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) perlu menyiapkan anggaran biaya untuk penanganan Covid-19.

"Bidang kesehatan tahan dulu (melaksanakan kegiatan), kalau untuk belanja penanganan covid-19 belum disiapkan. Tidak boleh dilaksanakan semua harus dialihkan ke situ, kita sudah sepakat dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kemarin, bantuan bidang kesehatan sebesar Rp 5 miliar kita gunakan untuk penanganan virus korona," katanya.

Budi menungkapkan, dana sebesar Rp 5 miliar dipersiapkan memenuhi kebutuhan belanja penanganan dan pencegahan Covid-19. Kebutuhan rincinya ada di dinkes. "Yang jelas sudah oke tadi sudah verifikasi baik dengan Provinsi dengan Bappeda, pada prinsipnya oke dan akan segera terbit keputusan gubernur untuk alokasi bantuan Kabupaten Lebak. Yang jelas Rp 5 miliar untuk penanganan covid-19. Rumah sakit sudah kita kumpulkan dan butuhnya apa nanti dinkes yang belanja dan kirim, termasuk desa untuk alat penyemprot disinfektan dan hand sanitizer nanti kita siapkan," katanya.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinkes Lebak Triatno Supiyono menuturkan, Dinkes telah menganggarkan Rp 3 miliar untuk belanja kebutuhan penanganan virus korona bersumber dari pergeseran anggaran di internal.

"Sesuai rencana itu untuk kebutuhan belanja beli alat untuk penyemprot, bahan disinfektar, masker non medis, masker N-95, alat pengukur suhu, hand sanitizer, sarung tangan dan sepatu karet. Kami juga menghitung pelayanan penyediaan suplemen atau vitamin untuk masyarakat termasuk juga APD, kacamata google, penutup kepala, sampai transport pengiriman sampel ke Jakarta," katanya.

Lebih lanjut Triatno menuturkan, di Lebak hingga kini belum ada pasien positif Covid-19. Untuk itu dinkes akan mengadakan edukasi kepada masyarakat terkait pemahaman ODP, PDP, observasi dan positif Covid-19. "Sampai 24 Maret belum ada orang berstatus PDP di Kabupaten Lebak," katanya. (purnama/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook