Terjunkan Satgas Perikanan untuk Cegah Palele

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Kamis, 26 Maret 2020 - 14:24:24 WIB   |  dibaca: 64 kali
Terjunkan Satgas Perikanan untuk Cegah Palele

BERSANDAR : Kapal nelayan bersandar di Sungai Ciliman, Kecamatan Panimbang usai mereka melaut, kemarin.

PANDEGLANG, BANTEN RAYA - Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang berencana menerjunkan tim satuan tugas (satgas) untuk menangkap para penjual ikan secara ilegal. Tim satgas dikerahkan untuk mencegah palele atau juragan penampung ikan para nelayan.

"Dalam waktu dekat tim ini akan kita terjunkan. Kita ingin ke depan tidak ada lagi palele yang menampung tangkapan ikan nelayan," kata Kepala Dinas Perikanan Pandeglang Suaedi Kurdiatna, Senin (25/3). Dia menerangkan, hingga saat ini banyak palele juragan penampung hasil tangkapan ikan nelayan. Sehingga menyebabkan pendapatan asli daerah (PAD) perikanan tangkap menurun.

Sebab, banyak nelayan yang tidak menjual tangkapan ikan mereka ke tempat pelelangan ikan (TPI). "Masih banyak. Makanya, nanti kita usulkan Perbup (peraturan bupati) mengenai pos siaga satgas perikanan tangkap karena adanya palele, PAD perikanan yang masuk ke TPI berkurang," terang Suaedi.

Suaedi menargetkan, tim satgas dibentuk tahun ini. Pihaknya meminta tim untuk memantau para palele dan menegur mereka agar melakukan transaksi penjualan ikan di TPI. "Kita inginnya tahun ini satgas sudah terbentuk. Para nelayan ini kan menjual ikannya di darat, tapi sudah ada penampung atau palele. Nanti kita pantau, dan diingatkan untuk menjual ikan ke TPI," imbuhnya.

Pria ini menginginkan, produksi ikan yang masuk ke TPI lebih meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Dia menargetkan, PAD perikanan tangkap tahun 2020 mencapai target. "PAD tahun ini naik. Kita inginnya target tahun ini tercapai sesuai harapan," harapnya.

Pada bagian lain Sekretaris Dinas Perikanan Kabupaten Pandeglang Winarno membenarkan, target PAD perikanan tangkap tahun 2019 lalu tidak tercapai karena banyak nelayan yang menjual ikan kepada palele dan tidak menjual ikan melalui TPI. "Target PAD perikanan tangkap 2019 hanya tercapai sekitar 52 persen atau Rp650 juta. Itu karena banyak perahu kecil yang menjual ikan ke perahu besar atau palele," ujarnya.

Winarno memaparkan, target PAD perikanan tangkap tahun 2020 mengalami peningkatan. Pihaknya mengingatkan pengelola TPI untuk memaksimalkan pendapatan. "Target tahun ini Rp700 juta. Sekarang mau kita optimalkan jangan sampai ada nelayan yang transaksi penjualan ikan di luar TPI atau di tengah laut," paparnya. (yanadi/hendra)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook