Kadin PB Minta Pelaku UMKM Diperhatikan

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Kamis, 26 Maret 2020 - 14:32:05 WIB   |  dibaca: 60 kali
Kadin PB Minta Pelaku UMKM Diperhatikan

OMSET TURUN : Pemilik gerai batik LPK Fitri di Kelurahan Karaton Kecamatan Majasari menunjukkan beberapa karyanya, Selasa (24/3). Semenjak Covid-19 merebak, omset usaha batik Fitri turun.

PANDEGLANG, BANTEN RAYA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Paradigma Baru Kabupaten Pandeglang mendorong pemerintah daerah untuk memperhatikan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan sektor informal lainnya yang terdampak pandemi virus corona (Covid-19). Pasalnya, semenjak diberlakukan status kejadian luar biasa (KLB) Covid-19 oleh Pemprov Banten, aktivitas perekonomian turut terganggu.

"Kami mendengar langsung keluhan pedagang kecil, pengemudi ojek, sopir angkot, dan pekerja sektor informal lainnya yang pendapatannya menurun drastis paska merebaknya Covid-19. Tentu hal ini harus dicarikan solusi oleh pemerintah," terang Ketua Kadin PB Pandeglang, Raden Deden Hertandi, Rabu (25/3).

Menurut dia, kebijakan pemerintah untuk pencegahan penyebaran Covid-19 yang salah satu poinnya yakni dengan menjaga jarak sosial (social distancing) itu tidak sepenuhnya bisa diikuti oleh para pedagang kecil dan sektor informal lainnya. Karena dalam mencari pendapatan, mereka mesti keluar rumah dan bertemu langsung dengan orang-orang.

"Menjaga jarak antar fisik sangat mungkin dilakukan oleh pekerja kantoran, pelajar, mahasiswa, dan pekerja lainnya yang pekerjaannya bisa dikerjakan di rumah. Sementara mereka tidak bisa dan ini tentu menjadi dilema. Karena jika mengikuti imbauan pemerintah untuk tetap di rumah, mereka tidak bisa mendapat penghasilan dan jika keluar rumah itu rawan terpapar Covid-19," papar Deden.

Dia menyarankan kepada pemerintah daerah untuk memberikan insentif, bantuan pangan atau kemudahan lainnya.Seperti yang dilakukan Presiden Joko Widodo, sambung Deden, pemerintah mengeluarkan kebijakan kelonggaran angsuran kendaraan bermotor bagi tukang ojek, taksi daring, dan sektor UMKM."Kebijakan ini selain bisa membantu mereka saat terpuruk secara ekonomi dan juga tentunya bisa turut memutus mata rantai penyebaran Covid-19," pungkasnya.

Terpisah, Isa, pedagang kopi dan makanan ringan di Jalan Kesehatan Pandeglang, mengaku semenjak dikeluarkannya status KLB virus corona, omzetnya mulai menurun. Jika biasanya sehari bisa membawa pulang Rp 700.000, kini hanya Rp 300.000-Rp 400.000. “Semenjak ada virus corona, penjualan menurun. Belum lagi sebagian pembeli ngutang,” kata Isa. (muhaemin/hendra)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook