Stok Darah Krisis

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 26 Maret 2020 - 14:50:53 WIB   |  dibaca: 128 kali
Stok Darah Krisis

KEKURANGAN: Petugas PMI Unit Donor Darah Kabupaten Serang menyimpan stok darah di lemari penyimpanan darah, Selasa (24/3). Akibat merebaknya virus korona, orang enggan mendonorkan darahnya sehingga membuat stok darah menipis.

SERANG, BANTEN RAYA- Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Serang menyatakan saat ini sedang krisis darah. Terjadi penurunan signifikan jumlah darah akibat adanya pandemi virus korona atau covid-19.

Staf pelayanan UDD PMI Kabupaten Serang Verawati mengatakan bahwa stok darah saat ini sangat terbatas. Bahkan ada golongan darah yang tidak ada sama sekali. Darah golongan A misalnya, saat ini hanya ada 8 labu, darah golongan B ada 60 labu, sedangkan darah golongan O dan AB kosong. Sementara kebutuhan per hari minimal 80 kantong semua golongan darah. "Stok darah sekarang sangat sangat kurang," kata Vera, Selasa (24/3).

Vera menyatakan, kurangnya stok darah di UDD PMI Kabupaten Serang terjadi karena berkurangnya jumlah pendonor darah yang datang ke UDD PMI Kabupaten Serang. Kondisi ini terjadi sejak Presiden Jokowi mengumumkan adanya kasus positif covid-19 pertama di Indonesia."Sejak saat itu mulai berkurang sampai sekarang sepi," katanya.

Vera mengungkapkan bahwa biasanya dalam satu hari ada 10-20 orang yang datang mendonorkan darah. Namun saat kemarin lusa hanya ada dua pendonor. Itu pun salah satunya merupakan pegawai di UDD PMI Kabupaten Serang sendiri.

Kekurangan darah juga disebabkan karena sejumlah aksi donor darah yang akan dilakukan perusahaan, kampus, dan sekolah banyak yang dibatalkan karena ada imbauan pemerintah untuk tidak menggelar acara yang melibatkan orang banyak."Padahal dengan kegiatan donor darah di perusahaan, kampus, atau sekolah paling sedikit kita bisa dapet 40 kantong sehari, dari satu tempat donor darah," katanya.

Guna menghadapi kelangkaan darah ini, UDD PMI Kabupaten Serang meminta orang yang memerlukan darah untuk membawa keluarga mereka agar mau mendonorkan darah. Syaratnya, berusia 17 tahun ke atas, tidak sedang minum obat selama 3 hari, istirahat cukup (minimal 5 jam), berat badan 45 minimal, dan tidak sedang sakit. Selain itu, UDD PMI Kabupaten Serang juga terus mengajak masyarakat agar mau mendonorkan darahnya melalui imbauan."Kami juga sosialisasikan bahwa donor darah tidak menularkan korona," ujarnya.

Akibat adanya virus korona ini masyarakat takut keluar rumah sehingga tidak ada yang ke UDD PMI Kabupaten Serang untuk melakukan donor darah. Biasanya kondisi berkurangnya stok darah terjadi saat bulan puasa Ramadan karena banyak yang berpendapat donor darah akan membatalkan puasa. Namun, hal itu masih dapat tertolong karena warga yang non muslim biasa menggelar donor darah saat bulan Ramadan. Namun kali ini yang tidak mendonorkan darah bukan hanya muslim melainkan warga dari agama lain.

Ina Maryati, warga Ciruas mengatakan bahwa ia datang ke UDD PMI Kabupaten Serang karena membutuhkan darah untuk anak pertamanya yang sedang dirawat di Budi Asih dan akan menjalani operasi sesar. Ia datang ke UDD PMI Kabupaten Serang bersama dengan anak keduanya yang akan menjadi pendonor. Ia mendapatkan informasi stok darah di UDD PMI Kabupaten Serang sedang kosong karena itu ia membawa anaknya. (tohir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook