Pemkab Lebak Waspadai 20.000 Warganya

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Kamis, 26 Maret 2020 - 15:05:03 WIB   |  dibaca: 148 kali
Pemkab Lebak Waspadai 20.000 Warganya

RAWAN PENULARAN : Warga menaiki KRL jurusan tanah Abang di Stasiun Rangkasbitung, Rabu (25/3). Hampir setiap hari ada 20.000 warga yang beraktivitas di Stasiun Rangkasbitung.

LEBAK, BANTEN RAYA - Pemkab Lebak mewaspadai penyebaran virus korona dari 20.000 warga yang setiap hari naik turun kereta api di Stasiun Rangkasbitung menuju atau dari Tanah Abang, dan Pelabuhan Merak. "Di data kita jumlah warga menggunakan jasa kereta lebih dari 15.ooo orang sampai 20.000 orang setiap harinya," kata Sekda Pemkab Lebak Dede Jaelani kepada Banten Raya, kemarin.

Dede menjelaskan, berdasarkan laporan, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah melaksanakan protap pencegahan dengan cara mengecek suhu tubuh setiap calon penumpang yang masuk stasiun."Kalau suhunya di atas 38 derajat maka gak boleh masuk stasiun. Penumpang disarankan pulang lagi," katanya.

Selain mengecek suhu tubuh, PT KAI menyiapkan tempat cuci tangan dan hand sanitizer atau antiseptik serta penyemprotan disinfektan di dalam gerbong dan area stasiun. "Karena kita khawatir juga karena orang bawa virus tidak menunjukan sakitnya.

Inkubasinya 14 hari sampai 27 hari, oleh karena itu stasiun, pasar, dan terminal juga masuk dalam perhatian kita untuk lebih diintensifkan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus korona," katanya.

Kepala Stasiun Rangkasbitung Gun Gun Adi Nugraha menuturkan, jumlah penumpang kereta api di Stasiun Rangkasbitung mengalami penurunan sejak wabah korona menyebar di Indonesia. "Keberangkatan KA 486 pada hari Selasa (24/3) 57 penumpang dan di hari Rabu (25/3) turun menjadi 26 penumpang. Kemudian keberangkatan KA 490 kemarin (Selasa 24/3) 366 penumpang dan hari ini (kemarin -red) 291 penumpang," katanya.

Menurutnya, penurunan terjadi pada keberangkatan maupun kedatangan kereta api lokal berikutnya. Sedangkan keberangkatan KRL rute Rangkasbitung-Tanah Abang juga mengalami penurunan. "Keberangkatan pukul 04.00-05.00 sebanyak 257 penumpang dan pada tanggal 25 Maret dengan keberangkatan sama jumlah penumpang sebanyak 90 orang," katanya.

Sementara itu, warga Lebak yang bekerja sebagai tenaga harian lepas yang berdomisili di Jakarta, kini banyak yang mudik alias pulang kampung. Rudi, warga Kecamatan Leuwidamar yang ditemui selepas turun dari KRL Tanah Abang-Rangkasbitung mengungkapkan, sudah sepekan ia tidak bekerja karena kantor tempat ia bekerja di Jakarta diliburkan. “Kalau saya berlama-lama di rumah tanpa kerja, uang yang ada akan habis untuk biaya hidup. Makanya saya memilih untuk mudik, karena biaya hidup di kampung tidak semahal di Jakarta,” ungkap Rudi.

Mimin, warga Cimarga yang menjadi buruh harian lepas di bilangan Jakarta Timur juga mengaku tempatnya bekerja diliburkan. "Uang sudah menipis. Jadinya pilihan terakhir ya pulang kampung," kata Mimin ditemui di Terminal Aweh. (purnama/hudaya)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook