Perserang Liburkan Pemain Selama 2 Bulan

nurul roudhoh   |   Banten Sport  |   Senin, 30 Maret 2020 - 15:07:11 WIB   |  dibaca: 33 kali
Perserang Liburkan Pemain Selama 2 Bulan

DILIBURKAN : Pemain Perserang tengah bertanding melawan CU saat pembukaan Liga 2 beberapa waktu lalu.

SERANG, BANTEN RAYA - Peserta Liga 2 Indonesia 2020 dari Banten asal Kabupaten Serang, yakni Perserang meliburkan pemainnya selama dua bulan kedepan. Hal tersebut terjadi karena per Jumat (27/3) kemarin, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Pusat menetapkan hingga Juni mendatang, keadaan kahar (force majeure) terkait pandemi virus korona (Covid-19).

Hal tersebut dibenarkan oleh Manajer Perserang Babay Karnawi saat dikonfirmasi Banten Raya, Minggu (29/3). Kata dia, selama dua bulan kedepan atau hingga awal Juni mendatang pemain diliburkan. “Kita liburkan pemain selama dua bulan, atau hingga pasca lebaran. Hal ini juga berkaitan dengan keputusan resmi PSSI,” katanya.

Diketahui, ada enam poin yang menjadi keputusan resmi PSSI mengenai kelanjutan Liga Indonesia 2020. Pertama, PSSI menetapkan bahwa Maret, April, Mei dan Juni 2020 adalah status keadaan tertentu darurat bencana terkait penyebaran Covid-19 di Indonesia, maka status ini disebut keadaan kahar (force majeure).

Kedua, berdasarkan poin tersebut, maka klub peserta Liga 1 dan Liga 2 dapat melakukan perubahan kontrak kerja yang telah ditandatangani atau disepakati antara klub dan pemain, pelatih dan oficial atas kewajiban pembayaran gaji di bulan Maret, April, Mei dan Juni 2020 yang akan dibayarkan maksiamal 25 persen dari kewajiban yang tertera di dalam kontrak kerja. “Nah untuk gaji pemain Perserang untuk Maret ini sudah kami bayar 100 persen,” ujar pria yang kerap disapa Jibay ini.

Poin ketiga putusan PSSI, lanjutnya, menunda gelaran kompetisi Liga 1 dan Liga 2 sampai dengan tanggal 29 Mei 2020. Selanjutnya, apabila status keadaan tertentu darurat bencana tidak diperpanjang oleh pemerintah, maka PSSI akan mengintruksikan PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk dapat melanjutkan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 terhitung setelah tanggal 1 Juni 2020.

Kelima, apabila pemerintah memperpanjang status keadaan tertentu darurat bencana setelah 29 Mei 2020 dan atau PSSI memandang situasi belum cukup ideal untuk melanjutkan kompetisi, maka kompetisi Liag 1 dan Liga 2 musim 2020 akan dihentikan.

Terakhir, hal-hal teknis termasuk namun tidak terbatas pada penjadwalan, sistem dan format kompetisi, kewajiban klub terhadap ketiga, sistem promosi dan degradasi, akan diatur kemudian dalam surat keputusan terpisah. (basyar/hendra)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook