Pandeglang Belum Berlakukan Lockdown

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Senin, 30 Maret 2020 - 15:23:36 WIB   |  dibaca: 90 kali
Pandeglang Belum Berlakukan Lockdown

KONFERENSI PERS : Tim gugus tugas percepatan penanganan pencegahan virus korona menggelar konferensi pers di halaman Pendopo Pandeglang, Minggu (29/3).

PANDEGLANG, BANTEN RAYA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang sampai dengan saat ini belum melakukan karantina wilayah atau penghentian operasi sejumlah transportasi umum atau lockdown. Meski jumlah warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP) diduga terkena virus korona mencapai 430 orang, dengan 9 orang pasien dalam pengawasan (PDP).

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pandeglang Tatang Mukhtasar mengatakan, tidak diberlakukannya penghentian operasi angkutan karena ketidaksiapan fiskal atau keuangan Pemkab Pandeglang dalam menanggung kebutuhan hidup masyarakat. "Pertimbangannya ketika kita harus melakukan lockdown biayanya sangat besar," kata Tatang, ditemui usai konferensi pers di halaman Pendopo Pandeglang, Minggu (29/3).

Diterangkannya, berdasarkan hasil rapat bersama tim gugus tugas percepatan penanganan pencegahan virus korona bahwa jika lockdown diterapkan, pemerintah daerah harus menyediakan kebutuhan pokok untuk masyarakat. "Kalau kita hitung, jumlah penduduk di Kabupaten Pandeglang mencapai 1.250.000 jiwa. Maka kebutuhan beras yang harus disiapkan pemkab sebanyak 11.250 ton beras untuk satu bulan. Itu pun belum kebutuhan pokok yang lainnya," terangnya.

Tidak hanya itu, Tatang menilai, diberlakukannya lockdown akan membuat perekonomian hingga keamananan masyarakat khawatir terganggu. "Pertimbangan lainnya, yakni soal keamanan dan ketertiban umum yang berpotensi terganggu jika karantina wilayah dilakukan oleh pemerintah," ujarnya. Untuk mencegah penyebaran virus korona di Kabupaten Pandeglang, Tatang menerangkan, pemerintah daerah memberlakukan pengecekan kesehatan bagi warga pendatang.

"Kami mengambil langkah dengan mengawasi orang-orang yang mau masuk ke Kabupaten Pandeglang menggunakan transportasi umum. Kami menempatkan petugas di tiga titik akses masuk ke Pandeglang, seperti di Jalan Raya Cadasari, Kadubanen dan Carita," imbuhnya. Berdasarkan hasil pengecekan itu, kata Tatang, petugas menemukan sejumlah warga pendatang yang diduga terkena virus korona. "Dari operasi itu, kami mendapati ada 37 orang yang suhu tubuhnya lebih dari 38 celsius. Setelah itu kami ambil data yang kemudian kami serahkan ke Dinas Kesehatan untuk ditindaklanjuti sesuai alamat," katanya.

Juru bicara tim gugus terpadu pencegahan penyebaran virus korona Dinas Kesehatan Pandeglang Sulaiman menjelaskan, masyarakat diduga terpapar virus korona yang ditetapkan menjadi ODP dan PDP karena banyak warga Kabupaten Pandeglang yang bekerja di Jakarta pada mudik. "Ada beberapa orang Pandeglang yang baru pulang dari Jakarta. Intinya bagi yang mau mudik dari Jakarta ke Pandeglang, cek kesehatan dulu ke fasilitas kesehatan sebelum mudik," paparnya. (yanadi/hendra)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook