Tenaga Medis Diberi Insentif Rp75 Juta

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 30 Maret 2020 - 15:38:15 WIB   |  dibaca: 223 kali
Tenaga Medis Diberi Insentif Rp75 Juta

SERANG, BANTEN RAYA – Pemprov Banten memberikan insetif khusus bagi tenaga kesehatan yang berugas di Rumah Sakit Umum (RSU) Banten selama penanganan wabah virus korona. Besarannya beragam, mulai dari Rp5 juta hingga yang terbesar mencapai Rp75 juta per bulan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, untuk penanganan Covid-19 pemprov benar-benar menjadikan perhatian Pemprov Banten. Selain melaksanakan dengan mengubah RSU Banten menjadi RS pusat rujukan korona, pihaknya juga memberikan apresiasi khusus kepada tenaga kesehatan yang bertugas.

“Adapun salah satu bentuk apresiasi dan penghargaan Pemprov Banten terhadap seluruh tenaga medis dan kesehatan lainnya yang bekerja di RSU Banten. Selain mereka dapat gaji dan tunjangan, mereka pun diberikan insentif tambahan,” ujarnya, kemarin.

Mantan Direktur Utama RSUD Kota Tangerang itu menuturkan, adapun jumlah insentif tambahan yang diberikan memiliki nilai yang bervariatif. Semua disesuaikan dengan jabatan yang diduduki setiap tenaga kesehatan.“Untuk dokter spesialis mereka mendapatkan Rp75 per bulan, dokter umum Rp50 juta per bulan, perawat Rp17,5 sampai 22 juta per bulan. Untuk penunjang medis dan non medis Rp15 juta per buan dan untuk penunjang umum lainnya Rp5 juta per bulan,” katanya.

 Stimulus itu dipadukan dengan peningkatan fasilitas di RS pusat rujukan korona agar pelayanannya bisa optimal. Sejak beroperasi pada 25 Maret lalu, pihaknya telah membuka layanan ruang isolasi sebanyak 250 tempat tidur. Itu terdiri atas 213 tempat tidur isolasi, 27 tempat tidur isolasi berventilator.

“Ini juga untuk antisipasi dalam menghadapi lonjakan kasus yang datang ke RSU Banten. Tempat tidur berventilator sudah 27 dan sisanya sebanyak 10 lagi dilakukan pada tahapan selanjutnya. Sumber daya manusia yang disiapkan sebanyak 594 pegawai. Ada dokter spesialis, dokter umum, perawat, penunjang medis dan non medis dan penunjang umum lainnya,” ungkapnya.  

Lebih lanjut dipaparkan Ati, untuk memutus mata rantai penyebaran pemprov telah menjalankan sejumlah program. Seperti program karantina masyarakat dengan melarang berkumpul atau membuat keramaian. Memerpanjang waktu pegawai aparatur sipil negara (ASN) untuk kerja dari rumah, siswa belajar dari rumah dan mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

“Untuk tempat pemakaman khusus terkait pasien meninggal positif covid, saat ini Pemprov Banten belum menunjukan tempat pemakaman khusus. Ini sesuai dengan protokoler yang kami terima dengan pemerintah pusat. Jika protokler ke depan akan berubah tentunya kami akan berusaha untuk memertimbangkan tempat mana kiranya yang dapat menjadi pemakaman khusus,” tuturnya.

Untuk memetakan dan mengendalikan persebaran kasus positif, Pemprov Banten juga telah menerima 12.000 alat rapid test atau tes cepat pada Jumat (27/3). Alat tersebut dibagi menjadi 10 bagian dengan jumlah yang berbeda.

Rinciannya, Dinkes Banten 400 stik, RSU Banten 2.000 stik, Kabupaten Tangerang 2.000 stik, Kota Tangerang 2.000 stik, Kota Tangerang Selatan 2.000 stik. Kabupaten Serang 1.000 stik, Kabupaten Pandeglang 1.000 stik, Kota Cilegon 400 stik, Kabupaten Lebak 600 stik dan Kota Serang 600 stik.“Distribusikan berdasarkan data kasus positif dan PDP (pasien dalam pengawasan) di masing-maisng kabupaten/kota,” ujarnya.  

Sementara untuk prioritas sasaran penggunaan rapid test dibagi menjadi lima kelompok. Pertama,  PDP, kedua pasien orang dalam pemantauan (ODP), katiga orang yang kontak erat dengan PDP. Keempat, orang kontak erat dengan kasus positif dan terakhir untuk tenaga kesehatan yang melakukan kontak erat dengan kasus positif. “Teknis pelaksanaannya diatur masing-masing kabupaten/kota,” paparnya.  

Informasi yang dihimpun dari situs inforcorona.bantenprov.go.id per 28 Maret pukul 18.00 WIB terdapat 77 warga Banten yang terinfeksi virus korona. Itu terdiri dari 68 masih dirawat, 2 sembuh dan 7 dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, Kabupaten Tangerang 17 masih dirawat dan 1 sembuh. Kota Tangerang 19 masih dirawat, 1 sembuh dan 4 meninggal. Terakhir, Kota Tangerang Selatan 32 masih dirawat dan 3 meninggal.

Untuk ODP ada sebanyak 2.226 terdiri atas 2.038 dipantau, 188 sembuh. Rinciannya, Kabupaten Pandeglang 484 dipantau dan 39 sembuh, Kabupaten Lebak 48 dipantau dan 27 sembuh, Kabupaten Tangerang 185 dipantau dan 51 sembuh. Kabupaten Serang 374 dipantau dan 11 sembuh, Kota Tangerang 427 dipantau dan 36 sembuh, Kota Cilegon 200 dipantau dan 10 sembuh, Kota Serang 76 dipantau dan 2 sembuh serta Kota Tangerang Selatan 244 dipanta dan 12 sembuh.

Sedangkan untuk PDP berjumlah 307 orang terdiri atas 289 dirawat, 18 sembuh dan 10 meninggal. Rinciannya di Kabupaten Pandeglang 2 dirawat dan 5 sembuh, Kabupaten Serang 5 dirawat dan 4 sembuh, Kabupaten Tangerang 67 dirawat dan 4 sembuh. Kota Tangerang 94 dirawat dan 3 sembuh, Kota Tangerang Selatan 94 dirawat dan 3 sembuh, Kota Serang 4 dirawat, Kota Cilegon 2 dirawat serta Kabupaten Lebak 1 dirawat.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, untuk mengurangi resiko penyebaran virus dirinya telah mengambil keputusan untuk memerpanjang masa belajar dari rumah bagi siswa SMA, SMK dan SKh.“Memperhatikan kondisi objektif penyebaran Covid-19, saya telah menginstruksikan Kepala Dindikbud Provinsi Banten agar memperpanjang libur sekolah yang menjadi kewenangan Provinsi Banten. Dari yang semula sampai 30 Maret 2020, diperpanjang dari 31 Maret hingga 1 Juni 2020 mendatang,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Banten Raya.

Dia berharap, perpanjangan masa belajar dari rumah ini dapat digunakan sebaik-baiknya oleh para siswa dan orangtua dapat mengawasinya dengan baik agar berjalan sebagaimana mestinya. Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran Covid-19 lebih meluas di Provinsi Banten.“Saya harap orang tua dapat ikut mengawasi agar anak-anaknya menaati aturan ini. Ini demi keselamatan kita bersama dan upaya kita melindungi generasi bangsa,” pungkasnya. (dewa)

 

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook