Iti Minta KRL ke Lebak Disetop

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Senin, 30 Maret 2020 - 15:45:47 WIB   |  dibaca: 182 kali
Iti Minta KRL ke Lebak Disetop

MASIH CUKUP RAMAI : Aktifitas penumpang yang datang dan yang akan menuju tanah Abang ataupun ke Merak masih tampak di Stasiun Rangkasbitung, Minggu (29/3). Bupati Lebak meminta kereta api dan KRL menuju Lebak dihentikan sementara.

LEBAK, BANTEN RAYA - Bupati Lebak Iti Octavia Jaya mengirimkan surat ke empat instansi yakni PT Kereta Api Indonesia (KAI), PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Perum Damri, dan Organisasi Angkutan Darat (Organda). Keempat surat tersebut memiliki isi yang sama, yakni meminta transportasi ke Lebak dari daerah luar Lebak disetop untuk mengantisipasi penyebaran virus korona.

Dalam surat kepada Direktur PT KCI, Iti mengatakan bahwa volume penumpang KRL di lintasan Rangkasbitung-Maja-Parung Panjang-Serpong-Tanah Abang mencapai 150.066 per harinya dimana 15.000-20.000 penumpang merupakan warga masyarakat Kabupaten Lebak.

"Dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 semakin meluas, kami memandang perlu ada pembatasan mobilitas warga dari dan menuju wilayah Kabupaten Lebak. Berdasarkan hal tersebut, kami meminta agar operasional kereta commuterline di wilayah Kabupaten Lebak dihentikan sementara selama 14 hari," kata Iti dalam surat bernomor 440/1.555-Kesra/2020 tertanggal 27 Maret tersebut.

Hal sama juga disampaikan kepada pengurus Organda. Iti meminta Organda untuk menyetop kendaraan antar kota antar provinsi baik yang menuju Lebak, sebaliknya, atau hanya transit. Surat ditembuskan kepada Ketua Pengarah Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Menteri Perhubungan, Menteri BUMN, Gubernur Banten, serta instansi terkait lainnya.

Sekda Pemkab Lebak Dede Jaelani membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, Lebak berada pada wilayah yang berbatasan langsung dan terkoneksi dengan wilayah yang telah terdampak atau zona merah Covid-19.

Untuk itu, agar Lebak terbebas dari virus tersebut, maka Bupati sebagai pimpinan daerah Kabupaten Lebak dipandang perlu untuk meminta dan memohon kepada pihak-pihak terkait, seperti PT KAI, PT KCI maupun organda agar tidak mengoperasikan terlebih dahulu angkutan umumnya dari dan menuju Lebak.“Kita harus lebih serius melakukan pencegahannya, karena letak daerah kita dengan daerah yang sudah terdampak tidak terlalu jauh jarak tempuhnya,” ujar Dede, kemarin.

Sementara itu, pantauan di Stasiun KA Rangkasbitung, commuterline jurusan Tanah Abang, serta KA Rangkasbitung-Merak, hingga Minggu (29/3) masih beroperasi. Meski tidak seramai hari-hari sebelumnya.“Hingga hari ini (kemarin -red) commuterline Rangkasbitung-Tanahabang maupun kerata api Rangkasbitung-Merak masih normal. Tetapi bila ditanya tentang jawaban surat Bupati Lebak ke PT KAI dan KCI agar pengoperasian commuterline dan kerata api kedua jurusan tersebut, silakan ke humas PT KAI,” kata Kepala Stasiun KA Rangkasbitung Gun Gun Adi Nugraha, kemarin.

Eva Chairunisa, Kepala Humas PT KAI DAOP 1 Jakarta mengatakan, pembatalan operasional kereta lokal Rangkasbitung-Merak akan diberlakukan per 1 April selama satu bulan ke depan. Dia tak menutup kemungkinan pembatalan operasional bisa diperpanjang jika penyebaran Covid-19 tak mereda. "Satu bulan ke depan, informasi selanjutnya setelah satu bulan itu akan kami update selalu," tuturnya. (hudaya)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook