Terpukul Korona, PHRI Minta Hotel Bersih-bersih

nurul roudhoh   |   Bisnis  |   Selasa, 31 Maret 2020 - 16:07:13 WIB   |  dibaca: 120 kali
Terpukul Korona, PHRI Minta Hotel Bersih-bersih

PEMANDANGAN INDAH: Penampakan salah satu hotel yang ada di kawasan Pantai Anyer, Kabupaten Serang.

SERANG, BANTEN RAYA – Penyebaran virus korona (Covid-19) di Banten terus meluas. Akibatnya hampir semua sektor ikut terpukul, termasuk sektor bisnis hotel dan pariwisata. Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Banten Achmad Sari Alam mengimbau kepada pelaku hotel, restoran dan pariwisata di Banten tetap bersabar sambil mencari jalan keluar agar bisnis tetap bergerak dan tumbuh.

“Imbauannya adalah pertama, kita harus melihat bahwa virus korona ini adalah suatu wabah dunia bukan hanya di Indonesia dan Banten saja, sehingga bagaiamana caranya kita harus bisa menyelesaikan (menghadapi) masalah ini dengan bijak,” ujar Ahmad Sari Alam kepada Banten Raya, Senin (30/3).

Apalagi kata dia, pemerintah pusat maupun daerah dengan pihak terkait saat ini tengah melakukan berbagai upaya agar penyebaran virus korona dapat diminimalisir. Di antaranya melakukan penyemprotan disinfektan di berbagai titik, pengalokasian anggaran khusus untuk pencegahan virus korona dan isolasi wilayah.

“Dan kita juga harus berfikir (melihat) kalau dokter, perawat dan peralatan (pencegahan korona) itu minim sekali. Untuk itu harapan kita karena melihat kondisi tersebut, temen-temen perhotelan dan restoran dimohon bisa bersabar, melakukan aksi bersih-bersih hotelnya, kalau bisa jangan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan, lalu bagaimana mencari solusi terbaiknya,” harap Owner A Mi Rang Korean Restaurant Cilegon ini.

Walaupun harus diakui bagi Ahmad Sari Alam bahwa wabah korona ini merupakan pukulan kedua bagi industri perhotelan di Banten setelah insiden tsunami tahun lalu.“Kalau soal kerugian saya agak susah untuk (menyebutkan) berapa-berapanya.

Tapi yang pasti kita rugi semuanya. Termasuk saya punya restoran juga sudah tutup dan tidak ada tamu. Berarti kan sudah tidak ada pendapatan. Apalagi untuk hotel dan restoran di kawasan Anyer dan Carita termasuk Tanjung Lesung yang sebelumnya kena tsunami mereka belum recovery namun kena dampak korona lagi,” katanya. (ismet)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook