Polisi Kantongi Identitas Ibu Pembuang Bayi

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 01 April 2020 - 12:42:10 WIB   |  dibaca: 82 kali
Polisi Kantongi Identitas Ibu Pembuang Bayi

GAGAH : Bayi laki-laki yang dibuang di masjid di Kedung Bulus, kemarin.

CILEGON, BANTEN RAYA - Aparat Polsek Cilegon sudah menemukan titik terang siapa pembuang bayi laki-laki di atas sajadah Masjid Nurul Ikhlas, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon, tiga hari lalu.

Kapolsek Cilegon Kompol Jajang Mulyaman mengatakan, bayi yang ditemukan oleh warga di dalam masjid di Lingkungan Kedung Bulus, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon, saat ini sudah tidak lagi dirawat di RS Kurnia Cilegon. Bayi berusia empat hari tersebut dititipkan ke salah satu tokoh masyarakat di Kota Cilegon. “Bayi kami titipkan ke salah satu tokoh masyarakat yang bersedia merawat. Kami juga minta untuk menandatangani surat pernyataan,” kata Jajang kepada Banten Raya, Selasa (31/3).

Dikatakan Jajang, bayi tersebut dititipkan ke tokoh masyarakat, setelah dipastikan kondisi kesehatannya stabil oleh dokter di RS Kurnia Cilegon. Pihaknya juga akan terus memantau kondisi serta perkembangan bayi tersebut. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinsos (Dinas Sosial) Kota Cilegon,” akunya.Terkait dengan penyelidikan terhadap ibu bayi tersebut, Jajang mengaku saat ini masih melakukan pengejaran.

Ia memastikan, ibu yang tega membuang bayi tersebut merupakan warga luar Cilegon yang mengontrak di sebuah rumah di Kota Cilegon. “Kami belum bisa sebutkan alamat pastinya. Ini masih penyelidikan, kita masih melakukan pengejaran. Kami sudah kantongi identitasnya ibu bayi tersebut,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinsos Kota Cilegon Edward Sunanto mengatakan, proses adopsi anak merupakan langkah ketiga.Upaya mencari orangtua pembuang bayi itu harus terus dilakukan. Jika masalah ekonomi menjadi alasan orangtua itu menelantarkan anak, maka anak tersebut bisa diberikan hak asuh kepada kerabat orangtua yang dinilai mampu. Namun, jika alasan lain, bisa dilakukan hal wali atau perwalian.

“Kalau adopsi merupakan langkah ketiga atau jalan terakhir untuk anak tersebut. Itupun kalau memang tidak ditemukan orangtuanya. Pengaturan itu, berada di bawah Dinsos,” kata Edward kepada Banten Raya.

Untuk proses adopsi, Edward menjelaskan, ada beberapa tahapannya.Dikatakan, bayi tersebut sudah ada yang mengajukan adopsi ke Dinsos Cilegon. Calon orangtua bayi itu telah melalui berbagai tahapan, seperti tes psikologi, penilaian secara ekonomi, dan lainnya. “Saat ini belum mengarah ke adopsi, karena adopsi jalan terakhir,” tandasnya.

Edward menambahkan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek Cilegon. “Nanti kalau kondisi bayi sudah dipastikan sehat, kita bisa rawta bayi di UPT (Unit Pelayanan Teknis) Rumah Singgah untuk Rehabilitasi Sosial di Cikerai. Kalau kasus hukumnya kepolisian yang menangani, saat ini belum ditemukan orangtuanya,” jelasnya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook