Proyek PLTS Mulai Digarap

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Rabu, 01 April 2020 - 12:50:15 WIB   |  dibaca: 96 kali
Proyek PLTS Mulai Digarap

KOTA TANGERANG, BANTEN RAYA -Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) mulai digarap. Itu ditandai dengan ditetapkannya perusahaan pemenang lelang oleh PT TNG pada Selasa (31/3).

Direktur PT TNG Edi Candra mengatakan, pemenang lelang merupakan konsorsium gabungan dari beberapa perusahaan multinasional yakni PT Oligo Infrastruktur Indonesia, perusahaan dari Amerika, Hongkong, India, dan Malaysia."Kami tetapkan konsorsium ini setelah lima hari masa sanggah tidak ada perusahaan lainnya yang menyanggah. Hari ini oleh panitia seleksi ditetapkan PT Oligo Infrastruktur Indonesia dan partner sebagai pemenang lelang," jelasnya.

Edi mengatakan, proses lelang sendiri sudah berjalan 1 tahun 8 bulan lamanya hingga akhirnya diputuskan pemenang lelang. Menurut Edi, proses panjang lelang sendiri terjadi karena kompleksnya proyek yang akan dikerjakan, terutama sekali terkait negoisasi typing fee dan kontrak kerjasama.

Menurut Edi, yang dinegosiasikan dengan konsorsium pemenang lelang adalah terkait dengan jasa pemusnahan sampah dimana konsorsium menawarkan jasa memusnahkan 315.000 ton sampah.Jika diestimasikan PT TNG harus membayar Rp 150 miliar setahun untuk jasa pemusnahan sampah tersebut. "Jadi jasa yang harus dibayar PT TNG kepada investor itu 315.000 ton sampah, kalau setahun Rp 150 miliar. Nah ini yang saat terus dinegosiasikan," jelasnya.

Kesepakatan kemudian dicapai dimana Pemerintah Kota Tangerang akan membayar Rp 310 ribu per ton sampah. Menurutnya draf kontrak kerjasama sedang disiapkan sejak awal, akan tetapi akan dibahas kembali untuk menambah dan mengurangi pasal-pasal yang dianggap relavan atau tidak relevan.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) lelang Guntur Sitorus mengatakan, kelima konsorsium ini sudah melalui proses kualifikasi baik dari sisi administrasi, teknologi pengelolaan sampah dan kemampuan keuangan."Teknologi mereka lebih unggul karena tidak semua sampah dibakar dan ada yang dijadikan biogas. Secara teknologi terbukti dan dalam sisi keuangan mereka mampu menawarkan harga dibawah penawaran. Jadi terpilih atas tiga, administrasi, teknologi dan kemampuan keuangan," jelasnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Oligo Infrastruktur Indonesia Cynthia Hendrayani menuturkan, setelah ditetapkan sebagai pemenang lelang, pihaknya mulai melakukan proses negoisasi kembali dan menentukan deadline pelaksanaan pembangunan proyek hingga operasional.

"Sebelum pembangunan proyek, kami diberi waktu satu tahun untuk memenuhi perizinan. Kemudian konstruksi diperlukan minimal 2 tahun untuk mencapai komers investasi. Memang perlu waktu, karena proyek ini cukup besar dan kompleksitasnya yang tinggi," tandasnya.

Sekedar informasi, PLTS nantinya akan dilakukan di seluruh lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawakucing. Pemkot Tangerang akan terbantu dengan dimusnahkannya sampah yang menggunung. Dan proyek tersebut juga akan menghasilkan listrik yang akan didistribusikan ke PLN. (mg-ipul)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook