Pemkab Isolasi dari Tingkat RT

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Rabu, 01 April 2020 - 12:59:49 WIB   |  dibaca: 97 kali
Pemkab Isolasi dari Tingkat RT

GERAK CEPAT : Bupati Serang Rt Tatu Chasanah membicarakan strategi pencegahan korona dengan Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Pendopo Bupati Serang, Selasa (31/3).

SERANG, BANTEN RAYA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang memberlakukan kebijakan isolasi mandiri di tingkat rukun tetangga (RT) bagi orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa gejala (OTG). Kebijakan tersebut diambil untuk mengantisipasi meluasnya penyebaran Covid-19 setelah adanya instruksi dari pemerintah pusat bahwa, pemerintah daerah harus melakukan percepatan penanganan.

Bupati Serang Rt Tatu Chasanah mengatakan, dengan meningkatnya ODP dan OTG di Kabupaten Serang, maka perlu dilakukan isolasi mandiri. “Dengan jumlah ODP yang terus meningkat kami membuat kebijakan dan kesepakatan bahwa di Kabupaten Serang diperketat lagi untuk isolasi mandiri,” kata Tatu usai memimpin rapat koordinasi dengan gugus tugas pencegahan Covid-19 di pendopo bupati Serang, Selasa (30/3).

Ia menjelaskan, bagi masyarakat Kabupaten Serang yang berstatus ODP dan OTG atau mereka yang baru pulang dari zona merah penyebaran Covid-19 maka harus melakukan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. “Agar isolasi mandiri ini SOP (standar operasional prosedur)nya nanti  dinas desa (DPMD) berkoordinasi dengan dinkes (Dinas kesehatan). Untuk pengawasan oleh gugus tugas paling terbawa yaitu, RT dan RW,” ujarnya.

Selain melakukan isolasi mandiri, Pemkab Serang juga akan menempatkan tim gabungan khusus di perbatasan-perbatasan Kabupaten Serang dengan kabupaten/kota lain terutama Tangerang dan Jakarta yang sudah masuk zona merah penyebaran Covid-19. “Jadi nanti lalu lintas masyarakat yang keluar masuk Kabupaten Serang akan diawasi. Ini untuk memudahkan pengidentifikasian,” katanya.

Selain masalah isolasi mandiri, Tatu juga mengungkapkan, hasil dari evaluasi dengan gugus tugas, saat ini Rumah Sakit Dradjat Prawirangera (RSDP) Serang dan dinkes masih kesulitan untuk memperoleh alat pelindung diri (APD), baik itu baju hazmat, masker maupun peralatan lainnya kecuali untuk sarung tangan yang masih mudah diperoleh.

“Upaya yang akan kita lakukan, tadi (kemarin-red) disepakati kita akan membeli bahan yang nanti diperiksa oleh dinkes harus memenuhi standar dan nanti kita jahit sendiri. Itu upaya yang bisa kita lakukan karena kita mencari ke distributor manapun sulit termasuk ke distributor yang menjadi langganan dinkes dan RSDP,” tuturnya.

Sedangkan untuk rapid test bantuan dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, akan diutamakan untuk memeriksa ODP yang dianggap berisiko tinggi. “Untuk rapid test kami juga belum bisa membeli secara mandiri karena barangnya enggak ada. Kami betul-betul menunggu bantuan dari pemerintah pusat. Yang sekarang ini kita mendapatkan 1.260 untuk masyarakat,” paparnya.

Direktur RSDP Serang Rachmat Setiadi mengungkapkan, saat ini APD hanya mencukupi untuk dua pekan. “Baju overall yang tersedia di RSDP untuk dua minggu. Ada sekitar 400 sampai 500 pieces. Sambil usaha kita berusaha menyiapkan mencari bahannya dan nanti dijahit sendiri. Sehari kita membutuhkan 30 sampai 60 pieces untuk baju overall ini,” katanya.

Sedangkan untuk stok masker N95 RSDP Serang yang digunakan petugas kesehatan yang menangani Covid-19 hanya tersedia 576 buah. “Untuk masker N95 ini pun sulit mencarinya. Sekarang harganya Rp170 ribu, padahal harga aslinya Rp70 ribuan. Untuk baju overall juga kita dapat bantuan dari perusahaan salah satunya dari Wardah,” ungkapnya.

Adapun jumlah ODP di Kabupaten Serang sendiri sampai dengan 31 Maret ini sebanyak 416 orang dengan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) lima orang dan sudah dinyatakan sembuh. (tanjung/fikri)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook