Tiga Bulan Listrik Gratis

nurul roudhoh   |   Nasional  |   Rabu, 01 April 2020 - 13:12:32 WIB   |  dibaca: 121 kali
Tiga Bulan Listrik Gratis

LISTRIK GRATIS: Presiden Joko Widodo mengumumkan langkah pemerintah menggratiskan biaya pemakaian listrik dengan daya 450 VA selama tiga bulan ke depan, dalam konferensi pers melalui video conference dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/3). Total 24 juta pelanggan listrik dalam golongan daya tersebut akan mendapat stimulus tersebut mulai bulan April hingga Juni 2020 mendatang.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan untuk menggratiskan tarif listrik untuk pelanggan 450 VA (volt ampere) selama April, Mei, dan Juni 2020 sebagai stimulus untuk membantu pemulihan ekonomi masyarakat, di tengah pandemi virus korona (Covid-19). Presiden pun memangkas tarif listrik sebesar 50 persen untuk pelanggan 900 VA.

”Tarif listrik untuk pelanggan listrik 450 VA yang jumlahnya sekitar 24 juta pelanggan akan digratiskan selama tiga bulan ke depan. Sedangkan untuk pelanggan 900 VA yang jumlahnya sekitar tujuh juta pelanggan akan didiskon 50 persen artinya bayar separuh saja untuk April, Mei, dan Juni,” ujar Presiden Jokowi dalam konferensi pers melalui video conference dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (31/3).

Pembebasan biaya listrik ini merupakan salah satu dari enam kebijakan bantuan pemerintah bagi masyarakat dengan kemampuan ekonomi di segmen bawah, menyusul tekanan akibat pandemi Covid-19. ”Untuk pembebasan biaya listrik 24 juta pelanggan 450 KVa dan 7 juta pelanggan 900 KVa, termasuk di dalamnya untuk dukungan logistik sembako dan kebutuhan pokok Rp25 triliun,” ujar Presiden.

Pernyataan Presiden Joko Widodo terkait pemberian listrik gratis ini masuk dalam enam program jaring pengaman sosial sebagai upaya menekan dampak wabah Covid-19 di kalangan masyarakat. ”Pertama, PKH jumlah penerima dari 9,2 juta jadi 10 juta keluarga penerima manfaat, besaran manfaatnya dinaikkan 25 persen, misalnya ibu hamil naik dari Rp2,4 juta menjadi Rp3 juta per tahun, komponen anak usia dini Rp3 juta per tahun, disabilitas Rp2,4 juta per tahun dan kebijakan ini efektif April 2020,” terangnya.

Kebijakan kedua, soal kartu sembako, dimana jumlah penerimanya akan dinaikkan menjadi 20 juta penerima manfaat dan nilainya naik 30 persen dari Rp150 ribu menjadi Rp200 ribu dan akan diberikan selama sembilan bulan.

Program ketiga, kartu prakerja, yang anggarannya dinaikkan dari Rp10 triliun menjadi Rp20 triliun. ”Jumlah penerima manfaat menjadi 5,6 juta orang, terutama ini untuk pekerja informal dan pelaku usaha mikro dan kecil yang terdampak Covid-19 dan nilai manfaatnya adalah Rp650 ribu sampai Rp1 juta per bulan selama empat bulan ke depan,” katanya.

Selanjutnya, keempat, terkait tarif listrik untuk pelanggan listrik 450 Va yang jumlahnya sekitar 24 juta pelanggan akan digratiskan selama tiga bulan ke depan, yaitu April, Mei, dan Juni 2020. Sementara untuk pelanggan 900 Va yang jumlahnya sekitar 7 juta pelanggan akan didiskon 50 persen atau membayar separuh saja untuk April, Mei, dan Juni 2020.

Kelima, untuk mengantisipasi kebutuhan pokok, pemerintah mencadangkan Rp25 triliun untuk operasi pasar dan logistik. Keenam, keringanan pembayaran kredit bagi para pekerja informal, baik ojek online, sopir taksi, UMKM, nelayan, dengan penghasilan harian dan kredit di bawah Rp10 miliar. ”OJK telah menerbitkan aturan mengenai hal tersebut dan mulai berlaku April ini. Telah ditetapkan tidak perlu datang ke bank atau perusahaan leasing, cukup melalui email atau media komunikasi digital, seperti WA, saya rasa itu,” katanya.

Menanggapi keputusan ini, Vice Presiden Public Relation PT PLN (Persero) Dwi Suryo Abdullah membenarkan ihwal kebijakan yang dikeluarkan Presiden Jokowi tersebut. Menurut Suryo, hal tersebut telah dikoordinasikan dengan perusahaan BUMN tersebut. ”Kebijakan penangguhan dan keringanan tarif listrik tersebut sudah dibicarakan dan dikoordinasikan dengan PLN. Tentu kami akan sangat mendukung kebijakan Pemerintah yang disampaikan oleh Presiden RI, Bapak Joko Widodo,” ujar Suryo.

Penegasan pihak PLN itu pun dibarengi dengan pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir yang memastikan proyek pembangkit 35 ribu MW tetap berjalan. ”Banyak proyek strategis yang harus kita lakukan, salah satunya saat ini hadir Dirut PLN terkait bagaimana proyek pembangkit 35 ribu MW tetap berjalan, namun tentu dengan ada penurunan daripada ekonomi tadi, kepala BKPM sendiri sudah memetakan bagaimana kebutuhan-kebutuhan di lahan industri yang bisa disinergikan. Jadi proyek ini tetap berjalan,” terang Erick Thohir dalam rilis yang diterima.

Begitu juga di Pertamina, lanjut Erick Thohir, bagaimana nanti semua pihak jangan lupa lagi membangun infrastruktur yang dibutuhkan kendati sekarang sedang berfokus pada harga minyak yang sedang turun. ”Kita jangan sampai terlambat lagi. Ketika China dan negara-negara lainnya sudah mulai pulih, Indonesia masih terjebak korona. Ini yang kita tidak boleh," tegas Erick.

Terpisah, sosiolog sekaligus dosen di Universitas Indonesia (UI) Imam B Prasodjo menyarankan pemerintah agar memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dalam bentuk sembako dan uang tunai kepada masyarakat ekonomi lemah apabila pembatasan sosial skala besar diterapkan. ”Misalnya 70 persen berupa sembako sisanya uang tunai untuk beli obat, vitamin dan sebagainya,” terangnya.

Pemerintah, katanya, telah menyampaikan pencarian BLT segera dilakukan untuk membantu masyarakat akibat terdampak pandemi Covid-19. Namun, menurut Imam BLT saja tidak cukup mengatasi masalah saat ini. ”Saya sarankan bukan BLT yang paling penting. BLT itu tunai tapi yang penting itu bisa diterjemahkan ke dalam bentuk sembako langsung dan diantarkan ke rumah mereka,” katanya.

Selain itu, ujar dia, BLT berupa uang yang diberikan tersebut bisa juga digunakan masyarakat untuk berbelanja secara daring guna menghindari kerumunan di pasar atau toko. Ia menyadari dalam menerapkan kebijakan tersebut tidak akan mudah terutama menentukan masyarakat yang betul-betul membutuhkan bantuan dari pemerintah. (fin)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook