Parpol Dukung Pilkada Ditunda

nurul roudhoh   |   Politik  |   Rabu, 01 April 2020 - 13:18:58 WIB   |  dibaca: 1670 kali
Parpol Dukung Pilkada Ditunda

SERANG, BANTEN RAYA – Sejumlah parpol mendukung kesepakatan terkait penundaan pilkada serentak 2020 sebagai respons pandemik virus korona atau Covid-19. Mereka menilai pengentasan penyebaran virus itu lebih penting dari pada memaksakan untuk menggelar pesta demokrasi tingkat lokal tersebut.  

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Provinsi Banten Azwar Anas mengaku tak terkejut dengan adanya kesepakatan penundaan pelaksanaan pilkada serentak 2020. Menurutnya, hal itu memang sudah seharusnya dilakukan sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19.

“Ya memang sudah seyogyanya, memang harus ditunda karena permasalahan virus korona cukup genting. Banyak memakan korban dan ini memang harus ditangani serius,” ujarnya saat dihubungi Banten Raya, Selasa (31/3).

Mantan aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) itu menuturkan, andai tahapan pilkada tidak ditunda maka pelaksanaannya tidak akan optimal. Sebab, sejumlah kegiatan tahapan pilkada ada yang melibatkan orang banyak. “Kalau pun tidak diundur tetap saja nanti menganggu konsentrasi, seperti tahapan kampanye atau yang mengumpulkan orang. Sementara kita tidak boleh mengumpulkan orang dalam jumlah yang cukup besar. (Kalau tahapan dilanjut pasti) enggak maksimal,” katanya.


Disinggung apakah penundaan pilkada berpengaruh terhadap strategi partai, Anas tak menampiknya. Meski demikian, kata dia, ada hikmah yang diambil dimana baik partai maupun bakal calon menjadi memiliki waktu lebih panjang untuk melakukan persiapan. “Memang, pasti sedikit banyak memengaruhi (strategi partai). Mungkin dengan ini bisa lebih ini ada persiapan, ada hikmahnya juga. Benar-benar semua partai harus satu (suara) lah untuk yang ini (penundaan pilkada), ini dari sisi kemanusiaan,” ungkapnya.

 
Senada diungkapkan Sekretaris DPD Gerindra Provinsi Banten Andra Soni. Menurutnya, saat ini negara harus menentukan prioritasnya dan itu adalah memberantas Covid-19. Negara harus menjadikan melindungi rakyat dari segala potensi negatif sebagai yang utama.  

“Negara harus memprioritaskan dan saya sepakat itu. Tentu keputusan itu enggak semuanya happy (senang-red) tapi secara prinsip saya sepakat bahwa harus memprioritaskan yang penting dulu. Yang paling penting apa? Ya menyelamatkan rakyat Indonesia dulu,” tuturnya.

Diakuinya, penundaan tahapan pilkada sudah diprediksi Gerindra saat pemerintah penetapan status tanggap darurat Covid-19 hingga 29 Mei. Dari penetapan itu, KPU mengeluarkan penundaan untuk empat tahapan. Dari langkah tersebut, pihaknya sudah bisa menebak arah kebijakan ke depannya.

 “Banyak tahapan-tahapan yang mundur. Kalau tahapan mundur berarti ada tahapan lain yang mundur juga. Bahwa Juni itu pendaftaran kalau dimundurkan lagi tiga bulan tahapannya ketemunya September yang juga jadwal awal pemungutan suara. Rasanya enggak mungkin (untuk dilanjutkan),” ujarnya.

Sementara itu, bakal calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Pandeglang menyatakan tidak bisa berbuat banyak dengan adanya penundaan Pilkada 2020. ”Saya ikut aturan pemerintah, yang jelas masa khidmat yang akan dilalui (kepala daerah petahana) pasti nya berkurang. Tidak dimundurkan saja hanya sekitar 3 tahun 7 bulan, apalagi dimundurkan pemilukadanya,” kata Toni Fathoni Mukson, balon bupati Pandeglang dari PKB.

Ditanya soal dampak positif dan negatif penundaan Pilkada, kata Toni negatifnya akan menguntungkan petahana, dan positifnya memberi waktu lebih lama baginya mempersiapkan diri. “Kalau incumbent pasti diuntungkan karena didukung APBD. Apalagi dukungan pendanaan untuk cegah korona ada dari DTT, dana pemilukada yang ditangguhkan dan dialihkan untuk penanganan korona Rp107 miliar. Belum lagi dana yang lainnya. Kalau positifnya bagi saya mungkin hanya penambahan waktu saja menyusun rencana meraih kemenangan,” katanya.

Balon wakil bupati dari calon independen Hendra Pranova mengatakan penundaan pilkada berdampak positif. “Kalau untuk kami dampak penundaan ya positif karena memang situasinya mengkhawatirkan.

Ke kaminya juga pun ada waktu lebih longgar untuk beristirahat dulu karena kitapun berikhtiar untuk terhindar dari pendemik korona” kata Hendra.“Bagaimanapun langkah penundaan ini toh buat kebaikan kita semua. Untuk seluruh rakyat indonesia agar terputusnya penyebaran wabah,” pungkasnya.

Sementara itu, balon bupati petahana Irna Narulita menyatakan, saat ini ia hanya fokus dalam pencegahan dan penanganan Covid-19. “Banten statusnya sudah KLB Covid-19. Di daerah kami juga fokus menangani masalah ini. Yang lainnya (Pilkada-red) kesampingkan dulu,” katanya singkat.

Bupati malah mengajak semua komponen masyarakat termasuk para balon kepala daerah untuk bersama-sama membantu pencegahan Covid-19. “Semuanya harus bekerjasama menangani pandemik korona,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Golkar Kabupaten Serang Fahmi Hakim mengatakan, penundaan pilkada menjadi kesempatan bagi Golkar untuk benar-benar fokus membantu masyarakat dalam memerangi korona. "Konsentrasi kita jadi tidak terbelah. Khusus untuk membantu masyarakat," kata Fahmi.

Penundaan juga, menjadi kesempatan bagi pihaknya yang mengusung Rt Tatu Chasanah untuk lebih giat melakukan sosialisasi di masyarakat. "Calon lain juga mungkin punya kesempatan lebih. Buat kita juga ini menjadi kesempatan lebih untuk massif lagi menguatkan konsolidasi di bawah," kata Fahmi.

Bakal calon (balon) bupati Serang Tb Masduki mengaku akan mengikuti aturan yang berlaku terkait dengan ditundanya pelaksanaan pilkada Kabupaten Serang. “Kalau kita ikut aturan saja. Harus bagaimana lagi situasinya memang seperti ini. Ini kan bukan bencana Kabupaten Serang saja tapi juga nasional bahkan dunia. Prinsipnya kita tetap konsisten dan komitmen ingin melakukan perubahan,” kata Masduki.

Ia menuturkan, diundur atau tidaknya pilkada tidak sampai mengkhawatirkan berkurangnya dukungan yang diberikan kepadanya. “Bukan berarti diperpanjang kita bakal mendapat tambahan dukungan. Orang kita sudah mendapat dukungan dari masyarakat. Kita sudah kerja hampir enam bulan. Insya Allah dukungan sudah hampir 100 persen,” ujarnya.

Masduki juga mengaku, dengan diperpanjangnya pelaksanaan pilkada akan memberikan peluang lebih leluasa untuk membangun komunikasi dengan masyarakat. “Sebentar lagi kan petahana habis masa tugasnya, jadi nanti saya tidak berhadapan dengan petahana lagi tapi kita anggap sama-sama calon baru. Jadi saya lebih yakin lagi bisa melakukan perubahan di Kabupaten Serang,” tuturnya.

Sementara itu, bakal calon walikota Cilegon Helldy Agustian mengatakan, pihaknya akan mengikuti semua kebijakan yang disampaikan pemerintah. “Ini kebijakan pusat (Pilkada mundur). Ini musibah nasional yang semua orang paham dengan situasi dan kondisinya, kami mengikuti aturan nasional kebijakan pemerintah, sekarang ini bicaranya kemanusiaan bukan bicara pilkada dulu. Ini kepentingan umat yang harus didahulukan,” katanya.

Balon walikota Cilegon dari jalur independen Ali Mujahidin mengatakan, setuju dengan penundaan Pilkada 2020.Pria yang biasa disapa Mumu ini mengaku tidak rugi dengan biaya yang telah dikeluarkan untuk sosialisasi politik. Bahkan, menurutnya akan berdampak positif karena massa sosialisasi akan lebih panjang lagi. “Kami tidak rugi meski pilkada ini ditunda. Kesehatan warga masyarakat itu lebih penting bagi kami,” tuturnya. (dewa/tanjung/muhaemin/gillang/uri/fikri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook