Tingkat Kematian Korona di Banten 14,7%

nurul roudhoh   |   Kesehatan  |   Minggu, 05 April 2020 - 19:19:31 WIB   |  dibaca: 196 kali
Tingkat Kematian Korona di Banten 14,7%

ILUSTRASI/NET

SERANG, BANTEN RAYA-Jumlah pasien korona di Provinsi Banten telah mencapai 122 kasus positif hingga Jumat (3/4). Dari jumlah tersebut 18 pasien dinyatakan meninggal dunia atau memiliki tingkat kematian sebesar 14,7 persen. Informasi yang dihimpun dari situs infocorona.bantenprov.go.id pukul 20.00, dari 122 kasus positif selain yang meninggal terdapat juga 94 pasien yang masih dirawat dan 10 lainnya telah sembuh. Adapun rinciannya, Kabupaten Tangerang 24 dirawat, 3 sembuh dan 2 meninggal. Kota Tangerang 26 dirawat, 5 sembuh dan 7 meninggal. Kota Tangerang Selatan 44 dirawat, 2 sembuh dan 9 meninggal. 

Untuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 444 kasus terdiri atas 380 dirawat, 39 sembuh dan 25 meninggal. Rinciannya, Kabupaten pandeglang 2 dirawat, 6 sembuh dan 3 meninggal, Kabupaten Lebak 3 dirawat, kabupaten Tangerang 81 dirawat, 7 sembuh dan 4 meninggal. Kabupaten Serang 4 dirawat, 5 sembuh dan 2 meninggal, Kota Tangerang 139 dirawat, 15 sembuh dan 3 meninggal dunia, Kota Cilegon 3 dirawat. Kota Serang 3 dirawat dan 4 sembuh, serta Kota Tangerang Selatan 145 dirawat, 2 sembuh dan 13 meninggal.

Sedangkan untuk orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 3.210 orang terdiri atas 2.705 dipantau dan 505 sembuh. Rinciannya, Kabupaten pandeglang 594 dipantau dan 99 sembuh, Kabupaten Lebak 184 dipantau dan 64 sembuh, Kabupaten Tangerang 138 dipantau dan 152 sembuh. Kabupaten Serang 460 dirawat dan 41 sembuh, Kota Tangerang 572 dipantau dan 45 sembuh, Kota Cilegon 251 dipantau dan 65 sembuh. Kota Serang 116 dipantau dan 23 sembuh, serta Kota Tangerang Selatan 390 dipantau, dan 16 sembuh.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, lebih tingginya angka kematian kasus positif virus korona dibanding yang sembuh untuk saat ini sangat mungkin terjadi. Sebab, pasien dengan kasus korona membutuhkan proses cukup lama untuk benar-benar dinyatakan sembuh. "Kenapa yang sembuh cuma sedikit, tentu tidak seperti penyakit lainnya yang dua atau tiga hari dinyatakan sembuh. Pasien yang PDP dinyatakan sembuh dan keluar rumah sakit ketika mereka sudah melewati masa inkubasi. Jadi dia wajib diisolasi di rumah sakit 14 hari," ujarnya, Jumat (3/4). 

Mantan Direktur Utama RSUD Kota Tangerang itu menjelaskan, jika pasien PDP butuh 14 hari maka untuk kasus positif butuh waktu lebih lama lagi. Paling sedikit, mereka membutuhkan waktu hampir satu bulan. "Pasien konfirm bisa dinyatakan sembuh ketika mereka telah melewati masa karantina 28 hari. Ketika positif 14 hari kemudian dinyatakan negatif dan 14 hari yang kedua harus dinyatakan negatif lagi. Dua kali dinyatakan negatif baru bisa dinyatakan sembuh," katanya. 

Mengingat proses penyembuhan yang cukup lama, kata dia, pihaknya juga berusaha menjamin keselamatan para tenaga medis agar tak ikut terinfeksi. Tak hanya di Rumah Sakit Umum (RSU) Banten sebagai RS pusat rujukan korona, tapi juga di seluruh RS rujukan lainnya di Banten. 

Hingga pertengahan pekan ini, total sudah ada 12.500 set alat pelindung diri (APD) yang didistribusikan dari bantuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Setiap kabupaten/kota diberikan dengan jumlah yang berbeda disesuaikan dengan banyaknya kasus PDP dan positif. "RSU Banten ini (APD) untuk satu bulan cukup. Untuk berikutnya terus memesan secara bertahap," ungkapnya. 

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, berbagai upaya pencegahan penyebaran virus korona terus dilakukan Pemprov Banten. Salah satunya dengan menjalankan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). "PSBB di Banten telah dilaksanakan dan cukup efektif karena didukung penuh oleh TNI/Polri. Disesuaikan dengan kondisi wilayah kabupaten/kota yang ada di Banten," tuturnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook