Stok Pangan Aman Hingga 5 Bulan 

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Minggu, 05 April 2020 - 19:30:03 WIB   |  dibaca: 137 kali
Stok Pangan Aman Hingga 5 Bulan 

DARI POLDA BANTEN UNTUK BANTEN RAYA PENGECEKAN - Polda Banten melakukan gudang bulog Sub-Divre Serang, guna memastikan stok pangan di wilayah Banten aman.

SERANG, BANTEN RAYA - Guna memastikan ketersedian pangan untuk masyarakat di Provinsi Banten, Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Banten melaksanakan pengecekan ke gudang Bulog Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang. Hasilnya, kepolisian memastikan stok pangan aman hingga 5 bulan ke depan.

Direktur Direktorat Pembinaan Masyarakat Polda Banten Kombes Pol Riki Yanuarfi mengatakan, pengecekan stok pangan di bulog tersebut merupakan wujud perhatian kepolisian kepada masyarakat terhadap ketersediaan bahan pangan. Terutama di tengah pandemi virus korona. “Tadi (kemarin -red) kita sudah melaksanakan cek di gudang, ketersediaan stok pangan dari hasil peninjauan tersebut sangat cukup untuk 5 bulan ke depan," katanya kepada Banten Raya di Mapolda Banten, Jumat (3/4).

Menurut Riki, masyarakat tidak perlu panik akibat imbas virus korona, dengan memborong kebutuhan bahan pokok secara besar-besaran. “Saya mengimbau kepada masyarakat Banten tidak perlu khawatir dan terpengaruh atas info bohong yang menyebutkan ketersediaan pangan menipis di tengah mewabahnya virus Covid-19 ini,  karena setelah kita laksanakan pengecekkan stok pangan masih aman,” ujarnya.

Kasubdit 1 Indag dari Ditrektorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten AKBP Dedi Darmawansyah mengatakan, meski saat ini Provinsi Banten dinyatakan KLB virus korona, namun kepolisian sudah berkoordinasi dengan instansi terkait jika stok kebutuhan bahan pokok masyarakat aman hingga tiga bulan mendatang. "Stok bahan pokok aman, khususnya beras, daging, bawang, dan kebutuhan lainnya. Jangan khawatir, tersedia baik di pasar maupun di luar. Pada April panen raya, jadi stok aman," tambahnya.

Dedi mengungkapkan, selain memastikan stok aman, kepolisian juga terus melakukan pemantauan pasar, guna mengantisipasi adanya penimbunan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. "Kita setiap hari melakukan pemantauan di delapan pasar yang ada kabupatan dan kota di Banten. Kami selalu berkoordinasi dengan disperindag, kita sudah memberikan nomor ke pihak pasar maupun distributor. Apabila ada informasi penimbunan dan kelangkaan segera laporkan agar kita menindak," ungkapnya. 

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Operasional Bulog Sub Divre Serang Muhammad Rizal mengatakan, stok pangan lima bulan tersebut hanya untuk tiga daerah yakni Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon. Saat ini persediaan beras di gudang Bulog Serang mencapai sekitar 5.000 ton. "Dengan asumsi penyaluran setiap bulannya sekitar 1.000 ton di tiga wilayah tersebut. Maka ketahanan stok itu mampu bertahan hingga lima bulan ke depan. Dengan cakupan wilayah kami di kabupaten/kota Serang dan Cilegon, kami ke pasar-pasar tradisional," ujar Rizal.

Bahkan, lanjut dia, program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) di pasar-pasar tradisional pun hingga saat ini masih berjalan. "Jadi pengiriman beras itu kami lakukan setiap bulan dan tergantung dari permintaan pemilik kios juga. Bilamana ada permintaan dari toko kami pun akan mengkondisikan," sebut dia.

Ia menuturkan, sampai saat ini permintaan beras kepada Bulog Serang masih tetap stabil, dengan kisaran pengiriman sebanyak 1.000 ton setiap bulannya. "Kalau permintaan masih normal, masih stabil sampai saat ini. Saya lihat data mulai dari Januari hingga Maret angkanya masih diangka rata-rata 1.000 ton setiap bulan," tuturnya.

Sementara, seorang pedagang beras di Jalan Bhayangkara, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang Sakrani mengatakan, persediaan beras miliknya saat ini sudah mulai menipis. Namun, untuk harga masih tetap stabil dan tidak ada kenaikan harga. "Masih normal, harga per kilo masih Rp 11.000, ada juga yang Rp 10.000 dan Rp 10.500 per kilo. Tapi memang saat ini sudah mulai sedikit persediaan di toko," ungkap Sakrani.

Ia pun mengaku mendapat pasokan beras dari daerah Jawa Barat, tepatnya Cianjur. Namun, sejak beberapa bulan ini dirinya pun mencoba untuk meminta pasokan beras medium ke Bulog Serang. "Kalau biasanya memang dari Cianjur, tapi kan jarang datangnya kadang tidak pasti. Jadi saya minta juga ke Bulog Serang, memang berasnya kualitas medium," ucapnya. (darjat/harir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook