Dana BOS Bisa untuk Pencegahan Covid-19

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Minggu, 05 April 2020 - 19:33:24 WIB   |  dibaca: 305 kali
Dana BOS Bisa untuk Pencegahan Covid-19

SMAN 3 Kota Tangsel untuk Banten Raya MUMPUNG SISWA PADA LIBUR : Petugas menyemprotkan cairan disinfektan ke ruangan kelas di SMAN 3 Kota Tangerang Selatan, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA - Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dapat digunakan untuk membiayai keperluan dalam mencegah pandemi Covid-19 di lingkungan sekolah. Bentuknya bisa seperti penyediaan alat kebersihan, hand sanitizer, disinfektan dan masker bagi warga sekolah. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten M Yusuf saat ditemui Banten Raya, kemarin. 

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut didasarkan pada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19).

Dalam surat edaran tersebut juga disebutkan, ujian sekolah untuk kelulusan dilaksanakan dalam bentuk tes tidak boleh mengumpulkan siswa, dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring dan/atau bentuk asesmen jarak jauh lainnya. "Artinya seluruh kegiatan belajar mengajar dan ujian dilakukan secara online, dan membutuhkan anggaran untuk mensukseskan kegiatan tersebut," ungkap Yusuf.

Terkait dengan syarat kelulusan, Yusuf menyampaikan bahwa pihak sekolah bisa menggunakan ujian sekolah sebagai salah satu syarat kelulusan. Sedangkan untuk sekolah yang belum melaksanakan ujian sekolah ditentukan berdasarkan nilai lima semester terakhir.  "Sedangkan untuk nilai semester genap kelas 12 dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan, dan kelulusan SMK ditentukan berdasarkan nilai rapor, praktik kerja lapangan, portofolio dan nilai praktik selama lima semester terakhir. Nilai semester genap tahun terakhir dapat digunakan sebagai tambahan nilai kelulusan," ujarnya.

Untuk kenaikan kelas, lanjut Yusuf, dilaksanakan dengan memperhatikan nilai ujian akhir semester dalam bentuk tes yang tidak boleh mengumpulkan siswa. Pihak sekolah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring, dan bentuk asesmen jarak jauh lainnya.

"Hal yang harus menjadi perhatian sekolah adalah harus mampu merancang kegiatan untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh dengan menggunakan daring,” imbuhnya. (satibi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook