Dokter: Penyemprotan Disinfektan Belum Terbukti Bunuh Korona

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Minggu, 05 April 2020 - 20:07:36 WIB   |  dibaca: 142 kali
Dokter: Penyemprotan Disinfektan Belum Terbukti Bunuh Korona

Muhamad Tohir/Banten Raya  CEK SUHU TUBUH: Petugas RS Sari Asih mengukur suhu badan pengunjung yang akan masuk, Jumat (3/4). 

SERANG, BANTEN RAYA- Ketua Penyakit Infeksi New Emerging dan Re Emerging (Pinere) Rumah Sakit Sari Asih Serang dr Devid Firmansyah mengatakan bahwa penyemprotan disinfektan sebagaimana banyak dilakukan pemerintah daerah dan lembaga lain, dinilai belum terbukti efektif guna menghilangkan virus, termasuk korona. Ini karena sampai saat ini belum ada penelitian mengenai efektifitas penyemprotan disinfektan. “Sampai saat ini belum ada penelitian yang membuktikan keefektifan penggunaan disinfektan (kepada orang),” ujar Devid, Jumat (3/4). 

Devid mengatakan bahwa penggunaan disinfektan akan lebih efektif bila digunakan dengan cara dilap menggunakan lap pada permukaan benda-benda mati yang biasa disentuh dibandingkan dengan cara disemprotkan. Ia juga menekankan bahwa penggunaan disinfektan jangan sampai mengenai tubuh manusia sebab akan mengakibatkan efek buruk, terutama bila mengenai mata, mulut, hidung, dan kulit. “Bisa menimbulkan alergi,” katanya. 

Cara yang lebih efektif dan sudah terbukti dalam membunuh virus dan kuman adalah dengan cara mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir. Bila tidak ada air, maka cuci tangan bisa menggunakan hand sanitizer. Selain, bila sehabis keluar dan masuk ke rumah, maka pakaian sebaiknya langsung dicucii dan mandi dengan bersih. “Itu jauh lebih efektif,” katanya.
 
Cara lain yang bisa dilakukan adalah menjaga imunitas tubuh dengan cara tidak stres dan usahakan tetap bahagia. Bila memungkinkan makan makanan bergizi dan berolah raga. 
“Hindari keramaian,” katanya. 

Humas RS Sari Asih Agus Ramdhani mengatakan bahwa manajemen RS Sari Asih tidak menggunakan disinfektan karena sesuai protap yang diterapkan dan imbauan dari Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Pusat nomor 701/IBI/PP.PERSI/ III/2020 tentang Iimbauan Terhadap Covid-19, di antaranya mengecek suhu pengunjung dan menyediakan hand sanitizer untuk cuci tangan di depan pintu masuk, serta menganjurkan para pengunjung untuk memakai masker. “Untuk itu kami selalu mengedukasi para pengunjung,” katanya. 

Agus menyatakan bahwa saat ini RS Sari Asih juga menerapkan kebijakan tidak ada jam besuk, pengantar pasien maksimal satu orang dengan catatan baik pasien maupun pengantar kami lakukan pemeriksaan suhu tubuh dan cuci tangan. “Kami juga memberikan masker kepada pasien yg tidak memakai masker,” katanya. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook