Kota Serang Dapat Tambahan Rapid Tes

nurul roudhoh   |   Kesehatan  |   Minggu, 05 April 2020 - 20:12:18 WIB   |  dibaca: 217 kali
Kota Serang Dapat Tambahan Rapid Tes

Dok Banten Raya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang M Ikbal saat memberikan keterangan kepada awak media, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA-Pemkot Serang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang mendapat tambahan alat pemeriksaan (rapid tes) sebanyak 350 buah. Sehingga jumlah rapid tes saat ini sebanyak 850 buah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang M Ikbal mengatakan, pihaknya baru melakukan distribusi rapid tes ke beberapa puskesmas dan laboratorium kesehatan daerah (Labkesda) dalam pekan ini. Untuk pelaksanaan rapid tes baru akan dimulai pekan depan. Sebelumnya, rencana pemeriksaan tersebut dilakukan pada Kamis (2/4). Namun tenaga medis di Kota

Serang belum terbiasa menggunakan alat tersebut, sehingga perlu adanya training. Maka, untuk pelaksanaannya baru akan dilakukan pekan depan, sedangkan pekan ini baru pendistribusian dan training tenaga medis untuk menggunakan alatnya. "Jadi saat ini baru bisa kami distribusikan alatnya, karena alat ini baru dan tenaga medis kami baru mempelajarinya, belum terbiasa dengan alatnya. Nanti tinggal pelaksanaannya saja, dan kami kumpulkan juga pasiennya. Namun dalam pekan depan Insya Allah sudah bisa berjalan, dilakukan pemeriksaan," kata Ikbal, Jumat (3/4).

Meski telah bertambah, lanjut dia, berdasarkan petunjuk dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang diutamakan adalah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan tenaga medis. "Yang diprioritaskan mereka itu, tenaga medis yang berhubungan langsung dalam bidang pelayanan. Tapi ini juga masih berjalan, apakah nanti ada penambahan atau tidak, itu nanti akan kami laporkan kembali. Alat ini isinya ada dua puluh unit dan kalau sudah dibuka harus digunakan semua," ucap dia.

Untuk target pemeriksaan pasien ODP maupun PDP yang telah menjalani rapid tes, pihaknya akan melaporkan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. "Sebenarnya hanya butuh lima menit untuk pemeriksaan. Melalui darah dan hasilnya bisa langsung keluar, ada dua reaktif dan non reaktif. Jadi hanya dilihat antibodinya saja," katanya.

Apabila hasilnya reaktif, pihaknya akan menugaskan petugas kesehatan untuk memantau pasien tersebut selama 14 hari. "Pemantauannya itu di rumah, tapi kalau PDP itu baru dibawa ke rumah sakit. Saat ini ada tiga PDP asal Kota Serang yang masih dirawat di RSDP, namun sudah dilakukan pemeriksaan juga dan hasilnya negatif," terang Ikbal.

Juru bicara (Jubir) Covid-19 Kota Serang W Hari Pamungkas mengungkapkan, alat rapid tes tersebut jumlahnya tidak terlalu banyak dan terbatas, sehingga yang akan diutamakan untuk menjalani rapid tes adalah ODP, PDP, dan tenaga medis. "Tentu, nanti akan menyusul untuk kepala daerah dan pejabat publik. Tapi karena jumlahnya terbatas, jadi ODP, PDP dan tenaga medis yang diprioritaskan," ujarnya. (harir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook