Pembangunan Jalan Dipastikan Terhambat

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Minggu, 05 April 2020 - 20:16:50 WIB   |  dibaca: 95 kali
Pembangunan Jalan Dipastikan Terhambat

TANJUNG/BANTEN RAYA TUNGGU PERKEMBANGAN : Pekerja merapikan material coran jalan kabupaten di ruas Cinangka, belum lama ini.

SERANG, BANTEN RAYA – Pembangunan fisik di Kabupaten Serang baik berupa pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, irigasi, maupun pembangunan fisik lainnya yang sumber pembiayaannya dari dana alokasi khusus (DAK) dipastikan akan terhambat. Pasalnya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menghentikan seluruh proses pengadaan barang dan jasa DAK tahun anggaran 2020.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Serang Fairu Zabadi mengatakan, tahun ini Pemkab Serang mendapatkan bantuan DAK dari pemerintah pusat kurang lebih Rp31 miliar. “Untuk DAK yang belum selesai proses lelangnya atau masih dalam proses itu dihentikan prosesnya dan DAK tidak dicairkan atau dilakukan penundaan,” kata Fairu saat ditemui di lingkungan Pemkab Serang, kemarin. 

Ia mengungkapkan, pembangunan fisik yang pembiayaannya paling besar dari DAK yaitu berada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR). “Banyaknya di PUPR yang pembangunan fisik seperti pembangunan jalan, jembatan, dan irigasi. Ada juga yang di perkim (Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan) seperti pembangunan sanitasi,” ujarnya.

Sedangkan untuk kegiatan fisik yang sudah selesai diproses lelang dan sudah dilakukan kontrak serta sudah diupload di aplikasi OM SPAN Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) maka pembangunannya bisa dilanjutkan dan tidak dihentikan prosesnya. “Mudah-mudahan yang perkim kontraknya sudah masuk ke aplikasi OM SPAN. Untuk pembangunan fisik yang lain belum ada yang masuk ke OM SPAN,” ungkapnya.

Adapun untuk kegiatan nonfisik yang pembiayaannya dari DAK seperti pendidikan dan kesehatan tetap dilanjutkan dan tidak dihentikan atau anggarannya tetap dicairkan. “Mekanismenya pencairan DAK itu kan untuk yang fisik, setelah proses tender, penetapan pemenang kemudian penandatanganan kontrak. Setelah itu diinput ke OM SPAN, begitu masuk baru turun anggarannya, setelah ada laporan realisasi turun lagi,” tuturnya. (tanjung)
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook