20 Hektar Padi Terserang Hama Wereng

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Minggu, 05 April 2020 - 20:19:10 WIB   |  dibaca: 58 kali
20 Hektar Padi Terserang Hama Wereng

TANJUNG/BANTEN RAYA TERANCAM GAGAL PANEN: Sekitar 20 hektar tanaman padi di Kecamatan Bandung terancam gagal panen akibat terserang hama wereng, belum lama ini.

SERANG, BANTEN RAYA - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang mencatat sebanyak 20 hektar tanaman padi di Kecamatan Bandung terserang hama wereng. Akibat serangan hama yang tidak terkendali tersebut, tiga hektar di antaranya mengalami kerusakan parah dan tidak bisa dipanen lagi. Sementara itu, pengendalian secara serempak tidak dapat dilakukan karena adanya larangan berkerumun.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana mengatakan, serangan hama wereng berpotensi terus meluas jika tidak dilakukan pengendalian secara serempak. "Di Kecamatan Bandung sudah ada tanaman padi yang kena serangan hama wereng. Itu seharusnya ada gerakan pengendalian serempak tapi dengan adanya larangan berkumpul ini menjadi kendala," kata Zaldi, Jumat (3/4).

Ia menuturkan, pihaknya sedang mencari formula yang tepat untuk pengendalian hama wereng tersebut agar tidak terus meluas dan menyebabkan banyak taman padi yang puso. "Ini perlu diatur bagaimana agar pengendalian serempak bisa terus dilakukan terutama mendorong petani dan penyuluh untuk terus menerus memantau lahan sawahnya. Sejauh ini yang sudah kita pantau ada sekitar 20 hektar di Kecamatan Bandung yang terkena hama wereng. Yang rusak total 3 hektare," ungkapnya.

Zaldi menjelaskan, pengendalian serempak juga perlu dilakukan karena musim panen raya baru akan berlangsung minggu-minggu ini. "Perkiraan kita panen raya baru minggu-minggu ini sampai awal Mei. Yang akan dipanen kurang lebih 35.000 hektar yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Serang. Potensi gabah kering yang dihasilkan 250 ton dan insya Allah cukup untuk sampai dengan September mendatang. Untuk di kecamatan yang lain yang kena hama wereng masih kita pantau," tuturnya.

Disoal terkait dengan pertanian lain seperti bawang merah, cabai rawit, dan yang lainnya, Zaldi mengungkapkan, untuk bawang merah saat ini harganya cukup tinggi walaupun habis musim panen. "Bawang merah itu kita baru sebulan yang lalu panen, bukan hanya di Kabupaten Serang tapi di daerah lain juga tapi harganya naik kemungkinan analisis kita karena distribusi yang kurang normal," katanya.

Sedangkan untuk cabai rawit harganya cukup tinggi antara Rp58.000 sampai Rp60.000 per kilogram karena belum memasuki musim panen. "Kalau untuk harga cabai merah relatif stabil karena hampir semua daerah sedang panen," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Distan Kabupaten Serang Tata Juarta menjelaskan, tidak semua tanaman padi mudah terserang hama. Hanya tanaman padi untuk varietas tertentu saja. "Sebenarnya selain di Kecamatan Bandung ada juga spot-spot tanaman padi yang sudah terserang hama wereng tapi hasil pantauan kami tidak begitu banyak. Yang rentan diserang hama wereng itu varietas Ciherang, kalau Inpari agak tahan," katanya. (tanjung) 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook