DAK Kesehatan dan Pendidikan Dilanjutkan

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Minggu, 05 April 2020 - 20:35:25 WIB   |  dibaca: 71 kali
DAK Kesehatan dan Pendidikan Dilanjutkan

Net Ilustrasi

PANDEGLANG, BANTEN RAYA  - Pemkab Pandeglang mulai menunda pengadaan barang dan jasa yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik TA 2020, kecuali untuk bidang kesehatan dan pendidikan. Untuk bidang pendidikan, sub bidang gedung olahraga (GOR) dan sub bidang perpustakaan daerah juga dihentikan proses pengadaan barang dan jasanya. Penundaan pengadaan barang dan jasa yang bersumber DAK Fisik TA 2020 tersebut berdasarkan surat keputusan Menteri Keuangan Nomor: S-247/MK.07/2020 yang diterbitkan 27 Maret lalu.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Pandeglang Iskandar mengatakan, surat keputusan Menteri Keuangan berisi penundaan DAK Fisik TA 2020, kecuali untuk bidang kesehatan dan pendidikan.  “Berdasarkan surat edaran dari Menteri Keuangan, di mana DAK untuk Kabupaten Pandeglang yang sudah dialokasikan dihentikan terlebih dahulu. Namun ada beberapa pengecualian yakni bidang kesehatan dan bidang pendidikan. Untuk bidang pendidikan yang dihentikan adalah (pembangunan-red) gedung olahraga dan perpustakaan,” terang Iskandar, kemarin.

Dikatakan dia, pengadaan barang dan jasa untuk bidang kesehatan dan pendidikan, kecuali gedung olahraga dan perpustakaan tetap dilanjutkan sesuai dengan perencanaan yang sudah ditentukan sebelumnya. Sedangkan untuk pengadaan barang dan jasa yang sudah kontrak, dia menjelaskan, terlebih dahulu akan melihat kontraknya dan kemudian baru diunggah ke Online Monitoring Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (OMSPAN).  “Jadi kalau yang sudah terkontrak, karena memang sudah ada peringkatan kita wajib melakukan pembayaran kepada pihak ketiga sesuai dengan prestasinya, sesuai dengan hasil pekerjaannya,” beber mantan Kepala Dinas Kesehatan ini.

Ditambahkannya, DAK Fisik TA 2020 untuk Kabupaten Pandeglang yang ditunda oleh pemerintah pusat ini belum tentu akan digunakan kembali oleh Pandeglang. “Mungkin saja anggaran tersebut akan digunakan untuk kabupaten/kota lain secara nasional oleh pemerintah pusat,” imbuh dia.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang, Utuy Setiadi mengatakan, penundaan DAK tahun ini tentunya akan berpengaruh terhadap capaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pandeglang. “Apa yang sudah direncanakan dalam APBD TA 2020 itu ditunda pelaksanaannya, terutama yang bersumber dari DAK akibat pandemi corona,” kata Utuy. (muhaemin)
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook