OP Sembako Murah Terancam Batal

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Minggu, 05 April 2020 - 20:47:18 WIB   |  dibaca: 71 kali
OP Sembako Murah Terancam Batal

DOKUMEN/BANTEN RAYA TERANCAM BATAL: Warga Cileles saat antre operasi pasar murah yang digelar Disperindag Lebak pada ramadan tahun lalu.

LEBAK, BANTEN RAYA- Kegiatan operasi pasar (OP) sembako murah bagi masyarakat kurang mampu yang rutin dilakukan setiap puasa Ramadan, sepertinya terancam batal digelar. Dinas Perundustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak kini sedang membahasnya, mengingat kegiatan OP dipastikan akan diseribu masyarakat. Sebab saat ini pemerintah pusat maupun daerah telah melarang semua jenis kegiatan yang bisa mengundang banyak orang.

Kepala Disperindag Lebak Dedi Rahmat kepada Banten Raya mengatakan, terkait kegiatan OP pasar murah yang setiap tahun digelar untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu ini, pihaknya sudah melayangkan nota dinas ke Bupati Iti Octavia Jayabaya. Tujuaanya untuk memohon arahan atau petunjuk. “Kecenderunganya pasti tidak akan diizinkan. Tetapi mungkin ada arahan lain mengenai mekanismenya. Misalkan dinas mencetak kuponnya, lalu dibagikan ke masyarakat kurang mampu ke masing-masing rumahnya. Setelah itu baru sembako yang kita tawarkan langsung ke mereka yang telah memiliki kupon tersebut,” ujar Dedi, Jumat (3/4).

Menurutnyam bila mekanisme tersebut tidak disetujui bupati, tentu OP murah tahun ini tidak akan digelar. Apabila positif tidak digelar, maka kepada seluruh masyarakat khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah di Lebak diminta pengertiannya. “Biasanya OP sembako murah ini kami gelar seminggu sebelum Lebaran. Namun karena kondisi saat ini sedang menghadapi wabah korona, maka kemungkinan OP dibatalkan,” terangnya.

Sekretaris Disperindag Lebak Orok Sukmana menjelaskan, dinasnya sudah menjalin kemitraan dengan beberapa pihak swasta yang biasanya menyiapkan berbegai jenis sembako untuk kegiatan OP murah. Namun karena kondisinya sedang tidak memungkinkan, maka kemitraan dengan pihak swasta tersebut pun dapat dibatalkan. “Yang pasti kita masih menunggu instruksi dan perintah Ibu Bupati apakah OP murah ini tetap dilakukan dengan mekanisme yang berbeda atau sama sekali tidak boleh dilaksanakan,” kata Orok. (hudaya)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook