Dewan Minta Pencegahan Korona Fokus di Desa

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Minggu, 05 April 2020 - 20:53:25 WIB   |  dibaca: 118 kali
Dewan Minta Pencegahan Korona Fokus di Desa

Net Ilustrasi

LEBAK, BANTEN RAYA- Anggota Komisi I DPRD Lebak dari Fraksi Partai Gerindra M Agil Zulfikar mendorong pemerintah melakukan pencegahan virus korona dari desa. Pernyataan itu disampaikam Agil menyikapi atas merebaknya penyebaran virus corona di Lebak. "Pencegahan virus corona itu sebenarnya dimulai dari desa, jangan sampai pencegahan itu dimulai dari kota. Kenapa, desa itu bisa memantau langsung masyarakatnya yang punya mobilitas keluar dan masuk Lebak atau zona merah," kata Agil di ruang Fraksi Gerindra, Jumat (3/4).

Agil menjelaskan, kenapa desa harus diperkuat dalam pencegahan covid-19 ini karena memang kalau sudah masuk ke desa akan menjadi petaka besar. "Sebab apa, fasilitas pelayanan kesehatan di desa-desa itu belum mampu, bahkan di puskesmas kecamatan pun belum siap menerima pasien covid. Artinya kemampuan fasilitas kesehatan kita belum mumpuni di sana, maka yang saya takutkan kalau sudah menyebar di desa penyebarannya akan cepat karena di desa masyarakat itu bersosialisasinya tinggi," katanya.

Oleh karenanya, dikatakan Agil, perlu ada upaya pencegahan sejak dini di tingkat desa, supaya penyebarannya dapat diantisipasi. "Kita belum siap dari fasilitas kesehatan maka yang bisa kita lakukan adalah pencegahan covid 19 ini justru dari desa," ujarnya.

Agil mengaku sudah menghubungi Kadis DPMD Babay untuk meminta atau menginstruksikan kepada seluruh desa di Lebak untuk mencatat warganya yang punya mobilisasi keluar masuk atau punya pekerjaan di wilayah yang ditetapkan zona merah, seperti Jakarta, Bekasi, Depok, dan Tangerang. "Harus didata, berapa warganya punya aktivitas di zona merah, data itu menjadi pegangan kita untuk memantau masyarakat punya potensi terjangkit korona," katanya.

Agil menegaskan bahwa data itu menjadi peganggan untuk memantau masyarakat, dan data itulah dijadikan peganggan untuk ditetapkan masyarakat aktivitas zona merah itu sebagai ODP. Desa pun bisa proaktif di sana yang selanjutnya ketika ada rapid test korona turun, maka pemerintah punya data siapa yang diprioritaskan terlebih dulu.  "Kalau data itu gak kita punya, maka kita gak bakal tepat ketika memakai alat tes, satu sisi alat tes ini terbatas, sisi lain kita harus menggunakan alat tes ini bener bener efektif. Jangan sampai justru yang tidak punya potensi terkena korona itu kita tes diawal karena ketiadaan data ini," katanya.

Agil menilai, pemerintah daerah selama ini belum memiliki data berapa warganya kerja di luar kota dan di luar daerah dan daerah mana saja. "Momentum ini kita jadikan untuk mengambil data tiap desa mencatat warganya, dan data itu kemudian menjadi pegangan kabupaten dalam rangka penanganan covid," katanya.

Agil berharap, pemerintah menjadikan desa sebagai garda terdepan penanganan covid-19. "Penanganan covid dimulai dari desa. Saya juga meminta agar dilakukan pergeseran anggaran desa untuk pencegahan covid yaitu untuk penyediaan masker, hand sanitizer, disinfektan, dan alat pegukur suhu dengan tujuan agar pelayanan dapat tetap berjalan dan upaya pencegahan atau mewaspadai penyebaran virus korona juga dilakukan," katanya. (purnama)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook