Gurandil Lebak Selatan Banting Setir

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 06 April 2020 - 12:32:32 WIB   |  dibaca: 127 kali
Gurandil Lebak Selatan Banting Setir

UNtUNG LARIS : Ajat, mantan gurandil yang kini menjadi petani gula aren asal Cisiih Letik, Desa Sogong, Kecamatan Panggarangan (kiri) menawarkan gula aren kepada warga di Rangkasbitung, Minggu (5/4).

LEBAK, BANTEN RAYA - Pasca penutupan tambang emas, sejumlah gurandil (penambang emas tanpa izin) di Lebak Selatan beralih profesi menjadi penyadap nira pohon aren. Nira aren adalah bahan baku untuk pembuatan gula merah aren.

"Tutupnya tambang emas membuat gurandil banting estir mencari profesi baru. Kebanyakan saat ini menjadi penyadap nira aren," kata Ajat salah seorang petani aren warga Kampung, Cisiih Letik, Desa Sogong, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, kepada Banten Raya, Minggu (5/4).

Menyadap nira aren saat ini tengah digandrungi karena memang belum tersedia lapangan kerja yang lain. Sementara tuntutan hidup sehari-hari harus terpenuhi. "Sehingga dari cari emas sekarang mencari nira. Dulu mencari kehidupan ngelobangin tanah sekarang memanjat pohon aren untuk mengambil niranya," katanya.

Ajat mengatakan, nira aren banyak dibutuhkan petani untuk bahan baku gula merah atau gula aren seiring dengan tingginya permintaan pasar. "Perajin sampai keteteran karena tingginya permintaan gula aren. Saat ini saja pesanan gula aren sebanyak 200 kojor (1.000 buah gula merah) belum terpenuhi karena saking banyaknya pemesan," katanya.

Ajat mengatakan, pesanan gula aren datang dari tetangga desa sampai tetangga kecamatan. Serta datang juga dari Rangkasbitung. "Syukur alhamdulilah gula aren saat ini sedang naik daun. Selain mendekati waktu mau bulan puasa, ditambah gula putih juga mengalami kenaikan karena langka sehingga banyak warga beralih pakai gula aren untuk masak maupun bikin kopi," katanya.

Ajat mengatakan, harga gula merah aren satu kojor terdiri dari lima buah di pasaran berharga Rp50 ribu sampai Rp55 ribu. Selain jual kojoran, ada juga yang menjual satuan, per buahnya seharga Rp45 ribu di tingkat perajin."Gula satuan maupun kojoran saat ini banyak dipesan. Karena memang untuk dikonsumsi juga buat oleh-oleh dan juga memberikan lapangan kerja," katanya.

Ita Nuraprianti, warga Rangkasbitung menuturkan, permintaan gula aren saat ini mengalami peningkatan karena mendekati puasa. "Jadi banyak warga beli untuk bekal bulan puasa. Beli sekarang karena harganya masih stabil, kalau sudah bulan puasa bisa jadi naik signifikan makanya banyak warga borong gula merah," katanya. (purnama)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook