Rentenir Dilarang Masuk ke Desa Tirtayasa

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 09 April 2020 - 12:03:46 WIB   |  dibaca: 358 kali
Rentenir Dilarang Masuk ke Desa Tirtayasa

PASANG SPANDUK: Kepala Desa Tirtayasa Ahmad Ridho bersama warganya memasang spanduk larangan bank keliling datang ke desanya, Rabu (8/4).

SERANG, BANTEN RAYA – Pemerintah Desa (Pemdes) Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa melarang rentenir atau bank keliling masuk ke Desa Tirtayasa. Larangan tersebut diberlakukan sebagai upaya untuk mencegah dan penyebaran virus korona atau Covid-19 karena banyak petugas bank keliling yang berasal dari daerah pandemi Civid-19 seperti dari Tangerang dan DKI Jakarta.

Kepala Desa Tirtayasa, Kecamatan Tirtayasa Ahamd Ridho mengatakan, pihaknya telah mulai membatasi kunjungan petugas bank keliling yang bisa ramai datang ke desanya. “Benar kami melarang bank keliling atau rentenir dan sejenisnya masuk ke desa kami. Kami tidak melarang penagihannya tapi ini sebagai upaya kami untuk mencegah penyebaran virus korona di desa kami,” ujar Ridho, Rabu (8/4).

Ia mengungkapkan, larangan juga tidak hanya ditunjukan bagi bank keliling atau rentenir namun juga bagi masyarakat umum yang akan berkunjung ke Desa Tirtayasa. “Kalau hari-hari biasa banyak penagih bank keliling yang datang ke desa kami, tapi mulai hari ini (kemarin-red) kami larang karena mereka ini kebanyakan berasal dari Tangerang dan DKI Jakarta. Kunjungan masyarakat umum juga kami batasi,” katanya.

Ridho mengungkapkan, pihaknya juga memperketat setiap warganya yang saat ini masih pulang pergi ke Tangerang untuk bekerja dengan cara mendorong mereka untuk menjaga kesehatannya. “Setiap gang atau pintu-pintu masuk ke desa kami, kami sediakan tempat cuci tangan agar kesehatan warga yang baru pulang kerja terjaga. Kemudian kami juga rutin melakukan penyemprotan disinfektan ke kampung-kampung,” tuturnya.

Selain itu, pihak desa juga mulai memberikan lakukan sumbangan padi bagi warganya yang sudah panen padi. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu Pemkab Serang memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). “Mudah-mudahan tidak terjadi lockdown atau PSBB kami mulai menyiapkan logistik sendiri sehingga ketersediaan pangan untuk warga kami terjamin selain bantuan dari pemerintah,” paparnya.

Ia mengungkapkan, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Desa Tirtayasa dari hari ke hari terus bertambah karena banyak warga yang baru pulang dari luar daerah yang dinyatakan zona merah Covid-19 dan beberapa di antaranya baru pulang dari luar negeri. “Jumlah ODPnya lebih dari 20 orang tapi sebagian besar sudah lewat pemantauan 14 hari kondisinya sehat dan tidak ada gejala apa-apa,” katanya. (tanjung/fikri) 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook