Limbah B3 di Tanah Pemkab Dikeluhkan

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Kamis, 09 April 2020 - 12:04:54 WIB   |  dibaca: 126 kali
Limbah B3 di Tanah Pemkab Dikeluhkan

SIDAK LIMBAH: Petugas DLH Kabupaten Serang bersama pihak Desa Margagiri melihat limbah fly ash dan bottom ash yang dikeluhkan warga, Selasa (7/4).

SERANG, BANTEN RAYA – Pembuangan limbah fly ash dan bottom ash atau hasil pembakaran batu bara di lahan milik Pemkab Serang di Desa Margagiri, Kecamatan Bojonegara dikeluhkan warga. Pasalnya, limbah yang dibuang oleh salah satu perusahaan di Kecamatan Bojonegara tersebut dinilai merugikan warga karena bisa menimbulkan penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Kepal Desa (Kades) Margagiri, Kecamatan Bojonegara Ruhul Amin mengatakan, limbah fly ash dan bottom ash tersebut dibuang di tanah milik Pemkab Serang tepatnya di samping PT Apexindo Pratama Duta Tbk. “Warga dan tentunya saya cukup dirugikan dengan adanya pembuangan limbah yang kami nilai sebagai limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) di desa kami,” kata Ruhul, Rabu (8/4).

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Serang agar ada penanganan terkait dengan pembuangan limbah di desanya tersebut. “Karena warga tidak nyaman akhirnya mau tidak mau saya berkoordinasi dengan DLH dan kemarin (7/4) sudah disidak oleh DLH. Untuk penanganannya kami serahkan sepenuhnya kepada DLH,” ujarnya.

Ruhul menuturkan, pembuangan limbah fly ash dan bottom ash tersebut bukan pertama kalinya. Sebelum-sebelumnya pernah dilakukan namun di tempat berbeda. “Waktu dibuang tidak ada koordinasi dengan pihak desa. Lumayan banyak limbahnya, ada fly ash dan bottom ash. Yang jelas masyarakat yang rumahnya paling dekat sering batuk-batuk,” paparnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Serang Sri Budi Prihasto membenarkan, pihaknya menerima pengaduan dari Kades Margagiri terkait adanya pembuangan limbah tersebut oleh salah satu perusahaan di Kecamatan Bojonegara. “Kami sudah turun dan sedang kita selidiki, apakah yang dibuang di sana limbah B3 atau bukan, jadi sedang kita pelajari dulu,” katanya.

Budi menjelaskan, untuk memastikan bahwa limbah fly ash dan bottom ash masuk limbah B3 perlu ada uji laboratorium terlebih dahulu. “Sampelnya sedang kita uji dulu. Sebenarnya fly ash dan bottom ash itu kalau diolah lebih lanjut bisa saja menjadi tidak berbahaya. Tapi dari DLH karena itu merugikan warga, kita akan dorong pembuangnya untuk melakukan pembersihan,” tuturnya. (tanjung/fikri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook