Anggaran Rapid Tes Disiapkan Rp 15 Miliar

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 09 April 2020 - 12:13:26 WIB   |  dibaca: 172 kali
Anggaran Rapid Tes Disiapkan Rp 15 Miliar

SERANG- Pemerintah Kota (Pemkot) Serang kembali menambah anggaran untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 15 miliar, sehingga totalnya menjadi Rp 56 miliar. Anggaran sebesar Rp 15 miliar itu rencananya dialokasikan untuk pembelian alat rapid test.

Demikian dikatakan Wakil Walikota Serang Subadri Ushuludin setelah menjalani rapid test bersama Sekda Tb Urip Henus dan puluhan staf dan pegawai di kantornya di Setda Puspemkot Serang, Rabu (8/4).“Untuk organisasi perangkat daerah (OPD) atau pegawai negeri sipil (PNS) yang ada di Kota Serang, maka kami menambahkan sebesar Rp 15 miliar untuk rapid test,” ujar Subadri kepada wartawan.

Ia menjelaskan, anggaran tersebut diambil dari pergeseran anggaran beberapa kegiatan yang tidak bisa dilaksanakan pada seluruh OPD di lingkungan Pemkot Serang.“Ya seperti kunjungan ke daerah-daerah lain, itu yang digeser, apalagi sekarang ini tidak bisa bepergian,” ucap dia.

Tak hanya itu, pihaknya juga tengah menyiapkan cadangan anggaran biaya tak terduga (BTT) sebesar Rp 82 miliar. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi bila pandemi Covid-19 terus berlangsung hingga lebih dari tiga bulan lamanya.

“Dengan adanya Covid-19 ini, pendapatan asli daerah (PAD) Kota Serang menurun karena sepinya hotel, kemudian dari dana alokasi umum (DAU), dana bagi hasil, hingga dana alokasi khusus (DAK). Kita belum tahu korona itu sampai kapan, makanya ini buat cadangan, khawatir situasinya semakin genting, jadi kita sudah tidak lagi menggeser anggaran yang ada,” terangnya.

Namun bila Covid-19 dapat ditangani lebih cepat, maka BTT yang berasal dari pergeseran anggaran dapat dikembalikan ke perencanaan awal.“Jadi kalau memang anggarannya nanti tidak terpakai, maka akan dikembalikan lagi, ini hanya untuk cadangan saja,” kata eks ketua DPRD Kota Serang ini.

Sebelumnya, Pemkot Serang telah menambah anggaran dalam penanganan Covid-19 di Kota Serang dari Rp 20 miliar menjadi Rp 41,1 miliar. Penambahan anggaran tersebut akan difokuskan pada jaring pengaman sosial dan pengendalian dampak ekonomi terhadap masyarakat Kota Serang.

 Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang Wachyu Budhi Kristiawan mengatakan, penambahan menjadi Rp 41 miliar tersebut berasal dari pengalihan tambahan penghasilan pegawai (TPP). Pengalihan anggaran ini juga dilakukan untuk mengantisipasi penerimaan daerah yang berkurang dari dana transfer.

“Hari ini sudah ada postur APBD yang berkurang. Kemudian ada penurunan dana transfer daerah dan dana desa. Itu juga pasti berdampak pada Kota Serang. Makanya kami fokus juga dengan adanya pengurangan ini,” kata Wachyu. (harir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook