Dirapid Test, Subadri Tak Bisa Tidur

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 09 April 2020 - 12:20:34 WIB   |  dibaca: 186 kali
Dirapid Test, Subadri Tak Bisa Tidur

DAG DIG DUG : Wakil Walikota Serang Subadri Usuludin diambil darahnya dalam pemeriksaan cepat atau rapid test virus korona di ruang kerjanya, Rabu (8/4).

SERANG, BANTEN RAYA- Wakil Walikota Serang Subadri Usuludin mengaku tidak bisa tidur pada Selasa (7/4) malam, karena memikirkan akan diperiksa rapid test oleh petugas, pada Rabu (8/4), Subadri merasa was-was dan khawatir ada gejala yang mengarah pada Covid-19.“Awalnya dag dig dug pas mau dites. Semua orang pasti was-was kalau sebelum dites,” kata Subadri usai pemeriksaan dirinya di ruang kerjanya, Rabu (8/4).

Akibat tidak bisa tidur itu ia yang biasa tidak menonton televisi akhirnya nonton juga. Bahkan ketika tengah malam ia sendiri memasak nasi goreng kornet sapi. Ia sengaja memasak banyak dan mengajak empat anggota Satpol PP yang berjaga di rumahnya untuk makan bersama. “Ujung-ujungnya tetep aja tidurnya jam setengah tiga juga,” katanya.

Subadri mengatakan bahwa yang membebani pikirannya adalah saat ini penderita Covid-19 banyak ditolak masyarakat. Tidak hanya saat mereka hidup. Ketika sudah mati pun mereka ditolak di pemakaman warga. Karena itu bisa dibayangkan bila ia yang seorang wakil kepala daerah kemudian dinyatakan positif korona.

Meski ketika akan diperiksa petugas kesehatan dirinya merasa  khawatir, namun politisi PPP ini mengaku kemudian lega ketika hasilnya non reaktif atau negatif. Menurutnya, tak bisa dipungkiri siapa pun pada saat seperti ini akan khawatir tubuhnya ada virus korona. Namun setelah dites, ia merasa percaya diri bahwa sehat. Karena itu, dirinya  tinggal menjaga kebersihan dan melakukan anjuran pemerintah.

Pemeriksaan rapid test ini menurut Subadri penting dilakukan guna mengetahui ada di mana posisi kita sebenarnya. Apakah di posisi orang yang positif atau negatif. "Bila positif, maka lebih mawas diri dengan melakukan isolasi diri atau dirawat di rumah sakit agar tidak menularkan virus kepada orang lain. Bila hasilnya negatif, maka harus lebih hati-hati dan menjaga agar tetap tidak tertular," ujarnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Ratu Ani Nuraeni mengatakan bahwa selain Wakil Walikota Serang, sejumlah pegawai di lingkungan Setda Kota Serang juga diperiksa dengan rapid test, termasuk Sekda Kota Serang Tubagus Urip Henus. Hasilnya, semua non reaktif alias negatif.
“Alhamdulillah hasilnya non reaktif semua,” kata Ani. (tohir)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook