Pelabuhan Merak Perketat Penyeberangan ke Sumatera

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 10 April 2020 - 19:43:21 WIB   |  dibaca: 310 kali
Pelabuhan Merak Perketat Penyeberangan ke Sumatera

Ainul Gillang / Banten Raya Pemeriksaan suhu tubuh penumpang bus di Pelabuhan Merak, Minggu (4/3) malam. 

CILEGON, BANTEN RAYA - PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak memperketat akses penyeberangan menuju ke Pulau Sumatera. Jika sebelumnya pengecekan suhu tubuh hanya dilakukan terhadap penumpang pejalan kaki, saat ini pengecekan suhu tubuh juga menyasar penyeberang yang menggunakan kendaraan pribadi dan umum. 

Pantauan Banten Raya, Senin (6/4), satu persatu kendaraan umum maupun pribadi yang masuk ke Pelabuhan Merak diberhentikan sebelum memasuki Tol Gate Pelabuhan Merak. Para penumpangnya diminta turun dan diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas di Pelabuhan Merak. Kebijakan tersebut membuat kendaraan yang hendak membeli tiket kapal harus antre terlebih dahulu. 

Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Fariz Rizki mengatakan, akses menuju Pulau Sumatera dilakukan pengetatan. Selama empat hari terakhir, sudah diberlakukan pengecekan suhu tubuh kepada seluruh orang yang akan menaiki kapal di Pelabuhan Merak. "Kalau sebelumnya pengecekan hanya dilakukan ke pejalan kaki, sekarang yang naik kendaraan juga, seperti mobil pribadi, bus dan truk," kata Fariz. 

Dikatakan, pemeriksaan suhu tubuh bagi penumpang kendaraan dilakukan sejak Jumat (3/4) lalu, setelah PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak mendapatkan alat pengukur suhu tubuh atau thermo gun. "Kalau therman scanner itu dari KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) sudah sejak dua bulan lalu, itu alatnya otomatis. Kalah ini thermo gun mesti ada petugas yang mengoperasikan," jelasnya. 

Lebih lanjut Fariz mengatakan, petugas pemeriksaan suhu tubuh dilakukan secara bergilir oleh Satgas Terpadu Pencegahan COVID-19 yang ada di Pelabuhan Merak. "Satgas terdiri dari ASDP, Gapasdap (Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan), Infa (Indonesia National Ferry Association), KKP, BPTD (Balai Pengelola Transportasi Darat), Serta dari TNI dan Polri," urainya.

Pemeriksaan suhu tubuh dilakukan 24 jam. Petugas yang memeriksa subu tubuh diberlakukan sistem shift. "Selama empat hari ini belum ada temuan yang suhu tubuhnya lebih dari 37 derajat celcius. Jika ada yang suhu tubuhnya lebih dari 37 derajat celcius nanti dibawa ke posko COVID-19 yang ada di Pelabuhan Merak dan di situ terdapat tenaga medis," tutur Fariz. 

Ia menjelaskan, selain mengecek suhu tubuh, kendaraan yang hendak masuk kapal juga melalui tahap penyenperotan disinfektan. "Semua kendaraan dalamnya kita semprot disinfektan sebelum membeli tiket di Tol Gate. Ini sebagai upaya kita mencegah orang-orang membawa virus dari zona merah di Jawa ke Sumatera. Sebaliknya, hal serupa juga dilakukan kepada penumpang yang akan ke Jawa di Pelabuban Bakauheni," jelasnya. 

Lebih lanjut, Fariz menambahkan, saat ini di Pelabuhan Merak kondisi penumpang baik pejalan kaki maupun dalam kendaraan mengalami penurunan. Meski adanya pembatasan sosial kegiatan di sekitar Jabodetabek, pemudik ke Sumatera dinilai tidak signifikan. "Penyeberang pad Januari sampai Maret 2019 dibandingkan Januari sampai Maret 2020 mengalami penurunan," terangnya. 

Salah satu Pengemudi Bus yang hendak menyeberang ke Sumatera, Farid menuturkan, adanya pemeriksaan suhu tubuh penumpang dinilai sangat baik. Bahkan kebijakan tersebut sangat membantu para penngemudi bus. "Kami menyambut baik, ini juga bisa untuk kita meyakinkan kalau naik bus tetap aman, karena ada langkah-langkah pencegahan," jelasnya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook