Edi Ingatkan Lagi Batasan Operasional Pasar dan Minimarket

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 10 April 2020 - 19:48:22 WIB   |  dibaca: 212 kali
Edi Ingatkan Lagi Batasan Operasional Pasar dan Minimarket

Diskominfo Untuk Banten Raya BERIKAN PORTABLE : Walikota Cilegon secara simbolis memberikan wastafel portable kepada sejumlah pewakilan pedagang, Senin (6/4).

CILEGON, BANTEN RAYA – Walikota Cilegon Edi Ariadi menegaskan, para pedagang pasar tradisional dan modern harus mematuhi aturan batasan jam operasional. Demikian disampaikan Edi Ariadi dalam acara pengarahan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Kepolisian, TNI, UPTD Pasar se-Kota Cilegon dan sejumlah perwakilan pedagang pasar di halaman Kantor Walikota Cilegon.

Dalam acara itu, Edi memberian wastafel portable secara simbolis untuk sejumlah tempat umum dan pasar. Edi berharap, para pedagang, pengelola mal, dan minimarket bisa mematuhi apa yang sudah menjadi instruksi pemerintah dalam surat edaran soal pembatasan jam operasional, sebagai bentuk pencegahan terhadap penyebaran virus korona. “Kami sudah memberikan edaran terkait pasar, jam buka pasar sudah diatur, juga minimarket juga kami berikan edarannya, saya minta kepada pelaku jual beli untuk menaati edaran tersebut dan disiplin,” katanya kepada wartawan.

Edi menyampaikan, pihaknya juga meminta selama masa penanganan pencegahan penyebaran virus korona para pelaku usaha di pasar bisa mengubah tata cara transaksi atau proses jual beli. Pemkot telah menyiapkan kranjang kecil untuk pembayaran, sehingga menghindari kontak langsung pembeli dan pedagang. “Selama masa Covid-19 ini harus mengubah tata cara proses jual beli di pasar. Ini untuk menghindari adanya kontak langsung,” paparnya.

Dalam upaya pencegahan selain membatasi jam operasional, imbuh Edi, pihaknya juga bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan perbankan dengan memberikan fasilitas wastafel portable yang akan dipasang di pintu-pintu masuk pasar, serta ruang terbuka hijau lainnya. “Sekarang ini ada 25 wastafel portable yang kami berikan. Kami ingin warga bersama mencegah dengan mencuci tangan pakai sabun dalam setiap aktifitasnya, terutama di tempat umum,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon Bayu Panatagama menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan bersama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Cilegon terkait dengan pelaksanaan batasan jam operasional pasar, mal, dan minimarket. Pihaknya juga sudah memberikan peringatan langsung kepada sejumlah minimarket yang masih kedapatan membuka tempatnya. “Kami terus monitoring, ini bersama dengan Satpol PP Kota Cilegon terus memberikan peringatan kepada pengelola minimarket yang kedapatan masih buka,” imbuhnya. (uri)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook