Selebaran Provokatif Muncul di Cipondoh

nurul roudhoh   |   Metro Tangerang  |   Senin, 13 April 2020 - 11:55:19 WIB   |  dibaca: 102 kali
Selebaran Provokatif Muncul di Cipondoh

KOTA TANGERANG, BANTEN RAYA - Aksi provokatif di tengah pandemi virus Covid-19 kembali terjadi. Kali ini modus uang digunakan adalah dengan memajang klipong koran berisi berita yang menyudutkan Gubernur Wahidin Halim dan wilayah Kecamatan Pinang.

Klipingan berita salah satu koran ternama di Ibukota ini menempel di kaca Apotek Bumi Sehat, Jalan Poris Indah Raya, Kelurahan Cipondoh Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang.
Isi dari kliping berita itu berjudul "Wilayah Kediaman Gubernur Paling Banyak". Dalam berita itu juga disebutkan bahwa wilayah Pinang yang menjadi kediaman Gubernur menjadi wilayah paling tinggi angka covid-19 dengan 114 orang positif covid-19.

Sumber dari data tersebut berasal dari Dinas Komunikasi dan Informasi Pemkot Tangerang. Sejurus kemudian, kliping berita tersebut dicopot oleh seorang wanita.Aksi wanita yang mengunakan hijab hitam ini terekam dalam video berdurasi 13 menit.

Aksi wanita yang belum diketahui identitasnya itu menyita perhatian pengunjung yang ada di depan apotek.“Ayo buka, buka, buka. Ini ada laporan dari Pak Gubernur. Ini pencemaran nama baik Pak Gubernur, pencemaran nama baik,” ujar wanita yang terlihat mengenakan masker kain bermotif warna warni tersebut, sembari berlalu.

Atas viralnya aksi wanita dalam video tersebut, pihak Pemkot Tangerang pun akhirnya angkat bicara. Namun, bukan soal aksi wanita tersebut yang menjadi sorotan pihak Pemkot Tangerang, melainkan isi dari berita itu sendiri.

Kepala Bidang (Kabid) Diseminasi Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Kota Tangerang Mualim mengaku kecewa dengan isi pemberitaan yang menampilkan pernyataan dirinya, edisi Senin (30/3) lalu.

Mualim mengaku tak pernah diwawancara oleh wartawan dari media tersebut. “Saya tidak pernah diwawancara oleh wartawan koran tersebut. Saya juga sudah minta klarifikasi namun belum direspons,” ujar Mualim melalui telepon selulernya, Sabtu (11/4).

Mualim menyayangkan pemberitaan yang tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu ke dirinya. “Tahu-tahu ada nama saya di berita soal perkembangan virus korona di Kota Tangerang,” imbuhnya.Menurutnya, wartawan harus memegang teguh kode etik jurnalistik sebelum menyajikan sebuah berita.

“Harusnya bisa mengedepankan etika jurnalistik. Enggak asal kutip, atau malah menyimpulkan sendiri. Kalau lihat beritanya kan seolah-olah menyudutkan pihak tertentu,” sambungnya.Lebih jauh Mualim mengaku masih menunggu klarifikasi dari wartawan yang menulis berita di media tersebut. “Saya masih tunggu klarifikasi dari wartawan bersangkutan,” tandasnya.(mg-ipul)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook