Pemkot Dorong Pembentukan Kampung Siaga

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 15 April 2020 - 19:49:28 WIB   |  dibaca: 182 kali
Pemkot Dorong Pembentukan Kampung Siaga

DISKOMINFO Untuk BANTEN RAYA RAPAT TERBATAS : Walikota Cilego yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberikan arahan dalam rapat di Aula Setda Kota Cilegon, Selasa (14/4).

CILEGON, BANTEN RAYA – Untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona di Kota Cilegon, Walikota Cilegon Edi Ariadi meminta kepada setiap lingkungan membuat kampung siaga. Nantinya akan ada relawan dan petugas yang mendata setiap tamu yang datang dalam 1 kali 24 jam.
Demikian disampaikan Edi dalam acara Rapat Evaluasi Terbatas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ciloegon di Aula Setda Kota Cilegon, Selasa (14/4).

Hadir dalam acara tersebut Wakil Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati, Dandim 0623/Cilegon Letkol Arm Rico Ricardo Sirait, Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana, Kajari Cilegon Andi Mirnawati, Camat se-Kota Cilegon dan sejumlah kepala OPD se-Kota Cilegon.

Edi menjelaskan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus korona, yaitu dengan membentuk kampung siaga.
Nanti, kata Edi, bisa dilaksanakan Sistem Keamanan Keliling (Siskamling), dengan menempatkan relawan dan sumber daya manusia (SDM) yang bisa mengecek kondisi kesehatan dan lainnya secara protokoler.

Hal itu bisa mengantisipasi masuk atau berpindahnya virus korona, terutama jika tamu dari daerah epicentrum atau zona merah korona. “Setiap tamu yang masuk lingkungan dalam 1 kali 24 jam harus dicek dan didata. Harus disiapkan pengamanannya yang menjaga harus dibuat relawannya,” katanya saat menyampaikan arahan dalam rapat.

Edi mengatakan, dalam mewujudkan kampung siaga itu harus dilakukan pelatihan terlebih dahulu mekanisme atau tatacara pelaksanaannya. "Kita bisa memberikan pelatihan kepada kelurahan se-Kota Cilegon terkait mekanisme tata cara pelaksanaan kampung siaga ini, sehingga memiliki ketetapan dan kesesusaian dengan kebijakan pemerintah," tuturnya.

Edi mengajak kepada perangkat daerah untuk melakukan laporan secara berkala mulai dari camat hingga lurah terkait agenda program pemutusan mata rantai penularan virus korona itu. “Setiap aktivitas pelaksanaan pemutusan mata rantai Covid-19 yang dilakukan harus dilaporkan, terdata dan bisa dipertanggungjawabkan, sehingga langkah-langkah yang diambil jelas dan terukur,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cilegon Ratu Ati Marliati meminta kepada tim gugus tugas untuk melakukan transparansi data terkait pemberian bantuan kepada masyarakat Kota Cilegon. Bahkan, kata Ati, harus disampaikan kepada publik secara langsung berapa jumlahnya. "Jumlah data yang kita ambil dari setiap kelurahan agar kita ekspos, supaya tidak menimbulkan hal-hal yang dapat membuat kecurigaan sebagian pihak. Dengan niat dan kerja keras yang telah kita lakukan sejauh ini demi memutus mata rantai Covid-19 di Kota Cilegon," pungkasnya. (uri)


 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook