Petugas Sulit Telusuri Riwayat Perjalanan Pasien

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 15 April 2020 - 19:57:53 WIB   |  dibaca: 274 kali
Petugas Sulit Telusuri Riwayat Perjalanan Pasien

Net Ilustrasi

CILEGON, BANTEN RAYA - Petugas medis mengalami kesulitan dalam penanganan virus korona, karena beberapa pasien dalam pengawasan (PDP) tidak memberikan data riwayat perjalanannya sebelum terkena virus korona. Demikian disampaikan Kepala Dinkes Kota Cilegon Arriadna ditemui di Kawasan Kantor Walikota Cilegon, Selasa (14/4).

“Jadi ada yang pasien yang memang menyembunyikan riwayat perjalanannya, itu sangat menyulitkan kami,” kata dia.

Menurut Arriadna, proses tracking atau penelusuran jejak seorang PDP bisa membantu dalam proses penanganan pasien. "Harusnya jujur saja, kalau memang dari luar kota katakan dari luar kota. Agar proses tracking kepada orang-orang yang pernah kontak semakin mudah," tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun Banten Raya dari Dinkes Kota Cilegon, Selasa (14/4) pukul 18.00 WIB, jumlah PDP korona di Kota Cilegon sebanyak 10 orang. Dua orang dinyatakan sembuh setelah melalui tes swab dinyatakan negatif, sementara tujuh pasien yang telah dinyatakan PDP korona meninggal dunia. Sisanya, satu pasien masih dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilegon.

Informasi yang diperoleh, PDP virus korona meninggal dunia yang terbaru satu orang dari Kelurahan Ketileng, Kecamatan Cilegon.
Pasien berjenis kelamin laki-laki itu berusia 39 tahun, dan bekerja sebagai wiraswasta. Ia meninggal pada Selasa, 14 April 2020 sekitar pukul 03.00 WIB.

Pasien ini mempunyai riwayat penyakit diabetes, dan sekitar 3 bulan sebelumnya mengalami sakit. Ia dirawat di RSUD Panggung Rawi Kota Cilegon pada Sabtu, 11 April 2020, dan setelah dirawat, pasien ini dikatagori PDP dikarenakan 3 bulan sebelumya mempunyai riwayat perjalanan ke Tangerang.

Pasien tersebut telah dimakamkan dengan proses pemakaman sesuai dengan SOP PDP covid-19 di TPU Linkungan Ketileng Timur. Sementara PDP meninggal dunia lainnya satu orang berasal dari Kelurahan Mekarsari; Kecamatan Pulomerak, satu orang dari Kelurahan Citangkil dan satu orang dari Kelurahan Kebonsari; Kecamatan Citangkil, satu orang dari Kelurahan Sukmajaya dan satu orang dari Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang. Kemudian, satu orang dari Kelurahan Karangasem, Kecamatan Cibeber.

Sedangkan dua orang PDP yang dinyatakan sembuh merupakan warga Kelurahan Rawa Arum dan Kelurahan Kebonsari. Saat ini menjalani isolasi mandiri di rumahnya selama 14 hari. Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Cilegon tercatat sebanyak 388 orang, sebanyak 279 ODP dinyatakan sembuh, dan 109 orang masih berstatus ODP.

Arriadna menegaskan, jumlah PDP per kemarin pukul 18.00 WIB sebanyak 10 orang, dan tujuh PDP telah meninggal dunia. Sementara dua dinyatakan sembuh dan satu masih dalam perawatan. “Tujuh PDP yang meninggal dunia lantaran saat tiba di rumah sakit dalam kondisi yang sudah parah. Bahkan, ada dua pasien yang belum sempat diambil tes swab sudah keburu meninggal dunia,” kata Arriadna.

Dikatakan Arriadna, tujuh PDP yang meninggal dunia semuanya memunyai penyakit penyerta, ada yang diabetes, stroke, bahkan ada yang kanker. Beberapa pasien yang dinyatakan PDP, belum sempat dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten lantaran kondisinya yang sudah parah. “Ada yang tiba di RSUD Cilegon sama RSKM (Rumah Sakit Krakatau Medika) dalam kondisi yang memang sudah parah dan tidak memungkinkan untuk dirujuk,” jelasnya.

Arriadna menambahkan, dari tujuh PDP yang meninggal dunia, satu orang masih sekitar 15 tahun yang merupakan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP), yang merupakan warga Kelurahan Kebonsari. “Rata-rata sudah punya penyakit penyerta, hanya satu yang masih belasan tahun. Rata-rata juga memunyai riwayat perjalanan ke kota-kota zona merah,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Faturohmi mengaku turut menyoroti banyaknya PDP di Kota Cilegon yang meninggal dunia. Pihaknya juga meminta kepada aparatur kelurahan dan kecamatan untuk mengedukasi warga agar tidak banyak beraktivitas di luar rumah. "Warga juga perlu diedukasi, kalau memang habis bepergian harusnya melapor," katanya.

Pekan depan, kata Faturohmi, DPRD Kota Cilegon akan melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. "Pekan depan kita akan hearing dengan banyak OPD yang terkait dengan pencegahan dan penanganan wabah korona ini," tutupnya. (gillang)

 

PDP Korona Meninggal Dunia Bertambah

Status    Jumlah      Sembuh        Meninggal Dunia        Perawatan    
PDP      10 orang    2 orang           7 orang                    1 orang


Status    Pemantauan    Sembuh        Jumlah
ODP       109 orang       279 orang      388 orang  

*Data Dinkes Kota Cilegon, Selasa (14/4) pukul 18.00 WIB.

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook