Ratusan Karyawan Hotel Dirumahkan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 15 April 2020 - 20:00:10 WIB   |  dibaca: 287 kali
Ratusan Karyawan Hotel Dirumahkan

Ainul Gillang / Banten Raya Hotel Royal Krakatau Cilegon sebagai salah satu hotel di Kota Cilegon yang merumahkan karyawan outsorcingnya, Selasa (14/4).

CILEGON, BANTEN RAYA - Sekitar 169 karyawan outsorcing PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) yang bekerja di Hotel Royal Krakatau telah dirumahkan. Hilangnya pekerjaan bagi ratusan orang tersebut akibat tidak beroperasinya hotel di tengah pandemi virus korona. "Saya barusan dapat info, kalau 169 karyawan di PT KIEC yang bekerja di Hotel Royal Krakatau dirumahkan. Itu yang statusnya outsorcing," kata Walikota Cilegon Edi Ariadi ditemui di Kantornya, Selasa (14/4).

Edi menjelaskan, kebijakan tersebut diambil perusahaan lantaran saat ini okupansi hotel menurun drastis di tengah pandemi korona. Ia telah meminta kepada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cilegon untuk mengawal proses pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut agar sesuai undang-undang Ketenagakerjaan.

"Kami minta tidak ada yang dirugikan. Prosesnya harus sesuai regulasi. Kami juga dapat informasi dari Pak Kapolres yang PHK bukan di Hotel Royal Krakatau saja, tetapi juga ada di hotel lain yang kita belum datanya," tegasnya.

Meski ratusan warganya kehilangan mata pencaharian, Edi belum melakukan pendataan untuk diberikan bantuan sosial (bansos) akibat dampak korona. "Bansos dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kota Cilegon. Kita utamakan yang PKH (Program Keluarga Harapan) dulu, dan profesi-profesi yang terdampak pandemi korona," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cilegon Syarif Ridwan membenarkan adanya kebijakan merumahkan karyawan oleh para manajemen hotel. Hanya saja, pihaknya juga belum mendapatkan data yang resmi jumlah karyawan hotel yang dirumahkan.

"Anggota PHRI Cilegon ada sekitar 40 hotel. Hampir semuanya merumahkan sebagian karyawannya, artinya tidak semua karyawan dirumahkan. Biasanya yang outsorcing saja," kata pria yang juga Pemilik Hotel Pesona Enasa Merak ini.

Ridwan menerangkan, kebijakan merumahkan karyawan sebagai langkah meringankan beban operasional hotel. Biasanya, ketika dalam kondisi normal karyawan-karyawan yang dirumahkan tersebut akan kembali dipanggil untuk bekerja. "Tetapi tergantung manajemen hotel itu sendiri akan kembali memanggil karyawan yang dirumahkan atau tidak. Kami berharapnya seperti itu (memanggil karyawan yang dirumahkan -red). Hotel saya sendiri menerapkan sistem kerja bergantian, tidak semuanya kerja, bareng seperti biasa," tuturnya. (gillang)
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook