UMK Bakal Dapat Keringanan Cicilan Kredit

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 16 April 2020 - 18:01:40 WIB   |  dibaca: 98 kali
UMK Bakal Dapat Keringanan Cicilan Kredit

URI MASYHURI/BANTEN RAYA BERI PENJELASAN : Kepala Diskopumk Kota Cilegon Tatang Muftadi memberikan penjelasan dalam dengar pendapat dengan Anggota DPRD Kota Cilegon di Ruang Rapat DPRD, Rabu (15/4).

CILEGON, BANTEN RAYA - Sebanyak kurang lebih sembilan ribu Usaha Mikro Kecil (UMK) di Kota Cilegon direncanakan akan mendapatkan keringanan cicilan kredit di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Dana Bergulir (PDB). Skema keringanan dari mulai penanggugan cicilan sampai pemotongan cicilan tengah dibahas Pemkot Cilegon. Hal tersebut diungkapkan Asisten Daerah (Asda) II Setda Kota Cilegon, Tb Dikrie Maulawardhana, Rabu (15/4).

Menurutnya, saat ini sektor UMK merupakan sektor yang juga sangat terdampak secara ekonomi akibat penyebaran virus korona, sehingga ada banyak dari UMK yang secara bisnis mengalami kerugian. Nantinya, kata dia, Pemkot Cilegon melalui Dinas Koperasi dan UMK (Diskop UMK) akan membantu untuk meringankan cicilan UPT PEM, dimana sebagian besar pemilik UKM memiliki kredit. "Akan ada entah keringanan cicilan atau penangguhan. Ini sedang dibahas bersama. Selain terdampak jumlahnya juga cukup banyak," katanya. 

Disisi lain, papar Dikrie, sejumlah UMK yang komoditas barang bakunya dari import, seperti perajin tahu dan tempe mengalami kenaikan ongkos produksi seiring naiknya dolar, sehingga hal tersebut juga menjadi persoalan. Nantinya, lanjut Dikrie, akan ada anggaran subsidi pembelian bahan baku yang dilakukan Pemkot Cilegon. "Ada subsidinya. Nanti rencana itu juga dilakukan, kami tengah menghitung, sehingga sebagian tetap juga berjalan," paparnya.

Sementara itu, Kepala Diskop UMK Kota Cilegon Tatang Muftadi menjelaskan, berbagai laporan dan data sudah disampaikan kepada Pemkot Cilegon. Saat ini, kata dia, tinggal langkah apa yang diambil diserahkan semuanya pada kebijakan pemerintah. "Nanti itu keputusannya ada di Bu Sekda (Sari Suryati). Data dan laporan sudah kami sampaikan, semoga ada keputusan yang bagus untuk mendorong UMK tetap bisa bertahan ditengah pandemi virus korona ini," ungkapnya.

Tatang mengatakan, dari sektor koperasi juga pihaknya tetap melakukan pemantauan. Sebab, Menurut dia, RAT menjadi penting karena ada sisa hasil usaha (SHU) yang dibagikan, sehingga langkah yang diambil bisa dengan rapat online. "Beberapa karena ada penerapan pembatasan berkumpul, kami minta dilakukan online RAT-nya. Sebab RAT ini penting dan tidak bisa ditunda, sehingga kami tetap pantau dan minta dilaksanakan," pungkasnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook