Warga Terdampak Korona Bakal Terima Rp 1 Juta

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 16 April 2020 - 18:05:24 WIB   |  dibaca: 175 kali
Warga Terdampak Korona Bakal Terima Rp 1 Juta

Dok Banten Raya Kepala Dinsos Kota Cilegon Achmad Jubaedi

CILEGON, BANTEN RAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon saat ini tengah melakukan pendataan warga yang terdampak wabah korona. Warga yang terdampak tersebut, nantinya akan menerima bantuan senilai Rp 1 juta dalam program Jaring Pengaman Sosial. 

Kepala Dinsos Kota Cilegon Achmad Jubaedi mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan pendataan. Warga yang terdampak korona, baik masyarakat miskin yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan pekerja sektor informal. "Mereka yang terdampak akan terima bantuan sosial (Senilai) Rp 1 juta dengan pencairan tiga tahap selama tiga bulan, serta ada sembakonya juga," kata Jubaedi ditemui di Kantor Walikota Cilegon, Rabu (15/4). 

Dikatakan, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Covid-19, pemerintah daerah diminta melakukan pendataan warga terdampak wabah korona. Proses pendataan sedang dilakukan oleh Kepala RT dan RW di lingkungan masing-masing sampai Jumat, 17 April 2020. Sebab, dengan adanya wabah korona ini risiko sosial, seperti masyarakat miskin bisa bertambah.

"Data yang kami terima dari RT dan RW melalui kelurahan, akan diverifikasi dan validasi data oleh petugas kami agar bantuan benar-benar tepat sasaran. Kriteria penerima sesuai Permensos Nomor 20 Tahun 2019," ucapnya.

Jubaedi menjelaskan, data warga miskin yang ada dalam DTKS sebelum adanya wabah korona sebanyak 14.805 Kepala Keluarga (KK). Setelah pendataan beberapa hari lalu bertambah 3.985 KK, menjadi 14.805 KK. "Itu juga berpotensi masih bertambah lagi datanya," ungkapnya.

Jubaedi juga menambahkan, jika ditotal, bantuan dari pusat, provinsi dan Kota Cilegon, anggaran tersebut bisa mencapai Rp39 miliar. “Kalau yang sudah ada dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau Basis Data Terpadu (BDT) sebelumnya itu akan mendapatkan bantuan dari pusat,” paparnya.

Untuk pendampingan dan pengawasan, kata Jubaedi, pihaknya juga akan melibatkan unsur kepolisian, kejaksaan dan lainnya, sehingga nantinya dalam hal penyaluran bisa transparan dan sesuai dengan sasaran. “Nanti akan dibuat terbuka. Kami juga siap melakukan ekspose kepada kepilisian dan kejaksaan, serta pembagiannya nanti dilakukan secara bersama. Ini supaya terbuka dan transparan,” imbuhnya.

Kepala UPT Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial pada Dinsos Kota Cilegon Yusuf Han menjelaskan, keriteria warga yang mendapat bantuan adalah warga yang penghasilannya berkurang akibat penyebaran virus korona, seperti tukang ojek, pedagang kecil, tukang bata, tukang batu, tukang kayu dan buruh harian lepas. "Dengan kriteria tersebut, saya berharap warga yang tidak masuk kriteria itu jangan berharap banyak untuk mendapatkan bantuan, karena bantuan ini khusus warga yang terdampak covid-19, terutama warga yang tidak mampu," ungkapnya.

Yusuf juga mengatakan, jenis bantuan yang akan diberikan masih dalam pembahasan, apakah dalam bentuk bantuan uang atau dalam bentuk bahan pangan dan lainnya. "Untuk bentuk bantuan saat ini masih digodok. Yang pasti bantuan itu secepatnya digelontorkan untuk membantu warga terdampak akibat dampak covid–19,” pungkasnya.  

Di tempat berbeda, Lurah Gunungsugih Bustanil Arifin mengatakan, proses pendataan untuk jaring pengaman sosial sedang dilakukan hingga esok hari. "Saat ini masih pengumpulan data seperti KTP, KK, dan pengisian formulir. Yang banyak terdampak yaitu pekerja informal," ungkapnya. (gillang/uri)  


Dasar : Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan Covid-19

Besaran Bantuan :
- Senilai Rp 1 juta

Penerima Bantuan :
- Buruh harian lepas
- Tukang ojek
- Pedagang kecil
- Tukang bata
- Tukang batu
- Tukang kayu

Jumlah Penerima Sementara
DTKS        Tambahan    Total
14.805 KK    3.985 KK     14.805 KK

Pendataan sampai Jumat, 17 April 2020.

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook