Semester I 2020, Kinerja Bank Banten Moncer

nurul roudhoh   |   Bisnis  |   Kamis, 16 April 2020 - 18:34:47 WIB   |  dibaca: 365 kali
Semester I 2020, Kinerja Bank Banten Moncer

Ismatullah/Banten Raya TUMBUH DAN BERKEMBANG : Jajaran direksi dan komisaris Bank Banten bergandengan tangan optimistis usai menggelar rapat umum pemegang saham tahunan di salah satu hotel di Kota Serang, belum lama ini.

SERANG, BANTEN RAYA – PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk atau Bank Banten mencatat pendapatan bunga bersih pada semester I tahun 2020 sebesar Rp13,113 miliar atau naik 273,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama Rp3,515 miliar. Berdasarkan laporan keuangan Bank Banten pada triwulan I 2020, perbaikan kinerja perseroan ini juga diikuti pendapatan operasional selain bunga yang mengalami peningkatan sebesar 5,1 persen year on year (YoY) dari Rp9,314 miliar pada triwula I 2019 menjadi Rp9,788 miliar pada triwulan I 2020. 

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa mengatakan, perbaikan kinerja tersebut juga diikuti dengan penurunan beban operasional selain bunga sebesar 32,3 persen dari Rp54,395 miliar pada triwulan I 2019 menjadi Rp 36,832 miliar YoY.  “Dengan adanya perbaikan pada tiga pos keuangan tersebut, Bank Banten dapat menekan kerugian tahun berjalan sebesar 39,9 persen dari Rp 55,795 miliar pada triwulan I 2019 menjadi Rp33,542 miliar pada triwulan 2020. Selain itu, NPL netto mengalami perbaikan sebesar 0,91 persen dari 4,92 persen pada Desember 2018 menjadi 4,01 persen pada Desember 2019,” Jelas Fahmi Bagus Mahesa secara melalui siaran pers secara tertulis kepada Banten Raya, Selasa (14/4). 

Sedangkan untuk meningkatkan kinerja di sektor kredit, saat ini perseroan tengah memperkuat model bisnis perseroan dengan mengkombinasikan keselarasan portofolio kredit konsumtif dan produktif. Sehingga kinerja perseroan masih dapat ditingkatkan dan berjalan dalam koridor pengelolaan risiko yang lebih baik. Sementara itu, manajemen Bank Banten terus melakukan berbagai upaya guna perbaikan dan penguatan struktur keuangan perseroan. 

“Saat ini perseroan tengah menjalankan rencana aksi korporasi dengan melakukan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue untuk meningkatkan modal inti perseroan,” katanya.

Jumlah maksimum saham baru yang akan diterbitkan sebanyak-banyaknya sebesar 400 miliar lembar saham atau setara dengan 40 persen dari modal dasar dengan nilai nominal Rp8 per lembar saham. 

Sehingga nantinya struktur modal Perseroan akan meningkat sebanyakbanyaknya Rp3,2 triliun. Meskipun di tengah kondisi pasar keuangan yang berfluktuasi, Bank Banten optimis untuk tetap melaksanakan aksi korporasi tersebut. “Kami juga terus mencermati perkembangan kondisi pasar seraya memetakan nilai penawaran yang terbaik bagi perseroan dan para pemangku kepentingan,” terang Fahmi. 

Berbagai mekanisme pelaksanaan aksi korporasi pun tetap dijalankan Bank Banten sesuai dengan ketentuan dari regulator.  Saat ini lanjut Fahmi proses aksi korporasi tengah memasuki tahap registrasi pertama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Kami telah menerima hasil telaahan dari OJK dan sedang melengkapi tambahan informasi atas Pernyataan Pendaftaran yang disampaikan tersebut. Walaupun Pandemi Covid-19 berpotensi untuk memundurkan jadwal aksi korporasi yang telah ditentukan, namun yang paling penting adalah proses penguatan permodalan Bank Banten tetap berjalan di tahun 2020,” tutup Fahmi. (*/ismet)


 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook