RAT Koperasi Digelar Daring

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 17 April 2020 - 18:44:41 WIB   |  dibaca: 313 kali
RAT Koperasi Digelar Daring

Foto DinkopUMK untuk Banten Raya  Rapat Anggota Tahunan (RAT) salah satu koperasi di Kota Cilegon yang dilalakukan dengan teleconfrence didampingi oleh DinkopUMK Kota Cilegon, beberapa waktu lalu.

CILEGON, BANTEN RAYA - Dari 572 koperasi yang ada di Kota Cilegon, saat ini baru 20 koperasi yang menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT). Rendahnya koperasi yang sudah menggelar RAT, lantaran saat ini ada dampak pandemi korona.

Kepala Bidang (Kabid) Koperasi pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (Dinkop UMK) Kota Cilegon Agus Ubaidillah mengatakan, jumlah koperasi di Kota Cilegon saat ini sebanyak 572 koperasi. Akan tetapi, yang aktif hanya 342 koperasi. “Setiap tahun koperasi harus RAT. Nah, saat ini baru 23 yang melaksanakan RAT. Akibat dampak pandemi korona ini, RAT beberapa koperasi juga terganggu,” kata Agus kepada Banten Raya, Kamis (16/4).

Dikatakan Agus, dari 23 koperasi yang telah menggelar RAT, 20 koperasi diantaranya menggelar RAT reguler yang dilaksanakan sebelum pandemi korona melanda Kota Cilegon. Sementara tiga koperasi menggelar RAT di tengah pandemi korona dengan sistem online memanfaatkan apilkasi Informasi dan Teknologi (IT). “Tiga koperasi yang melakukan RAT dengan cara teleconfrence, yaitu Koperasi Miliar PT Latinusa, Koperasi Primkopiq, dan Koperasi Seruni Polres,” terangnya.

Lebih lanjut Agus mengatakan, saat ini juga ada tiga koperasi yang sedang mengajukan untuk pelaksanaan RAT. Pelaksanaan RAT sendiri, juga harus memberikan pemberitahuan kepada Dinkop UMK. “Saat ini tiga koperasi yang sedang mengajukan RAT, yaitu Koperasi Primkokas, Koperasi PT Wajatama, dan Koperasi Guru YPWKS,” ungkapnya.

Kata Agus, pihaknya terus melakukan pembinaan terhadap koperasi-koperasi untuk menuju gerakan koperasi sehat. Gerakan Koperasi Sehat telah didukung regulasi Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 40 Tahun 2018 tentang Gerakan Koperasi Sehat. “Kami mendorong koperasi untuk segera melakukan RAT,” jelasnya.

Agus menambahkan, saat ini beberapa komunitas masyarakat di Kota Cilegon juga banyak yang mengajukan pembentukan koperasi, seperti karyawan-karyawan outsorcing di PT Krakatau Steel (KS) yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) beberapa waktu lalu telah meminta pendampingan untuk pembentukan koperasi. 

Selain itu, juga ada komunias ojek online. “Kita sangat menyambut baik keinginan membentuk koperasi ini. Kalau izin pendirian koperasi langsung dari Kementerian Koperasi, kita hanya melakukan pendampingan saja,” tuturnya. 

Kepala Dinkop UMK Kota Cilegon Tatang Muftadi mengatakan, semangat membentuk koperasi di Kota Cilegon mulai tumbuh. Saat ini, beberapa komunitas meminta pendampingan pembentukan koperasi. “Kita akan terus mendamingi komunitas-komunitas ini yang semangat membentuk koperasi,” katanya.

Tatang menambahkan, selain itu Dinkop UMK Kota Cilegon mendorong agar koperasi segera melaksanakan RAT. Sebab, di tengah pandemi korona ini banyak warga yang kehilangan penghasilan. “Kalau anggota koperasi sangat berharap SHU (Sisa Hasil Usaha), makanya segera melakukan RAT. RAT bisa dilakukan dengan online, kita akan dampingi. Apalagi menjelang ramadan, SHU mungkin sangat dibutuhkan anggota koperasi,” pungkasnya. (gillang)
 
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook