Pendataan Penerima Bantuan Terdampak Korona Diminta Selektif

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Jumat, 17 April 2020 - 18:59:16 WIB   |  dibaca: 260 kali
Pendataan Penerima Bantuan Terdampak Korona Diminta Selektif

URI MASYHURI/BANTEN RAYA TUNGGU PENUMPANG : Sejumlah tukang ojek pangkalan di Simpang Tiga menunggu penumpang. Semenjak adanya korona pendapatan opang semakin berkurang, Kamis (16/4).

CILEGON, BANTEN RAYA – Pendataan warga penerima bantuan terdampak virus korona yang tengah dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) Cilegon melalui Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) diminta selektif. Jangan sampai pendataan terdapat unsur titipan atau manipulasi data. 

Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Cilegon Fauzul Imam Syafei mengatakan, pihak  kelurahan yang diminta untuk mendata warga terdampak korona, khusunya terhadap buruh harian bisa objektif dan benar-benar teliti saat mendata, sehingga dana bantuan tersebut bisa tepat sasaran bagi yang benar-benar terdampak secara ekonomi karena virus korona.

“Data penerima harus benar-benar warga yang terdampak, jangan sampai ada titipan pejabat dan dijadikan kesempatan. Sebab, saat in bisa saja banyak pihak yang menyalahgunakan kewenangannya,” katanya kepada Banten Raya, Kamis (16/4).

Menurut dia, pendataan yang dilakukan dalam waktu yang singkat ini cukup rawan manipulasi dalam pendataan dan penyelewengan, sehingga pengawasan dari aparat kepolisian atau kejaksaan sangat penting sebagai bentuk transparansi dalam pendistribusiannya. Jika ada warga yang tidak berhak menerima bantuan, kata dia, harus diberikan tindakan tegas. 

“Tentunya azas yang dibangun adalah azas keadilan dan transparansi, jangan sampai yang berhak malah terlewat. Kami minta kepada RT dan RW yang mendata cermat dan jujur dalam pendataan,” imbuhnya. 

Warga Minta Bantuan Cepat Turun 

Warga terdampak virus korona di Kota Cilegon sangat berharap bantuan dari pemerintah segera dicairkan. Warga yang sebagian besar mengandalkan penghasilan sehari-hari, seperti tukan becak, ojek pangkalan, pedagang kecil dan lainnya itu saat ini sudah tidak beraktivitas. Salah satu Ojek Pangkalan Simpang Tiga, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta Saruri mengatakan, saat ini untuk mendapatkan tarikan sangat sulit, mahasiswa, dan pegawai negeri yang menjadi langganan ojeknya sebagian sudah libur.

Pendapatannya yang biasa mencapai Rp40 ribu sampai Rp50 ribu per hari kini berkurang drastis. “Sekarang mah bisa narik sekali saja sudah syukur. Minimal ada yang dibawa ke rumah. Jujur saja kami sudah butuh bantuan,” katanya kepada Banten Raya, Kamis (16/4).

Ketua ojek pangkalan ini mengaku, beruntung saat mangkal ada saja yang memberikan bantuan, baik beras maupun bantuan lainnya. Namun, kata dia, hal itu tentu tidak bisa diandalkan, mengingat kebutuhan untuk makan itu harus selalu terpenuhi setiap hari.  “Ada saja beras atau makan siang yang dibagikan. Tapi itukan juga tidak cukup,” paparnya.

Untuk itu, kata Sururi, pihaknya berharap bantuan pemerintah bisa secepatnya diberkan kepada tukang ojek. "Kami berharap pemerintah tidak terlalu lama memberikan bantuannya," pintanya.

Hal senada disampaikan tukang becak di Perempatan Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Ahmad Ruhin. Ia mengaku, terdampak akibat adanya virus korona, karena sudah tidak ada penumpang. “Sejak mangkal dari jam 5 pagi sampai sekarang (pukul 14.00) siang tidak narik-narik. Sekarang mah sepi,” ungkapnya.

Terkait rencana adanya bantuan dari Pemkot Cilegon, Ruhin mengaku, sampai sekarang dirinya belum dilakukan pendataan dari pihak kelurahan dimana dirinya tinggal. 
“Saya tinggal di Kelurahan Grogol. Belum ada itu pendataan dari pemerintah. Saya harap ini bisa secepatnya dan saya masuk juga data,” imbuhnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook